Podomoro-gate dan Jet-gate Diadukan ke KPK

oleh -201 views

garudaonline – Medan | Kasus pembangunan gedung Podomoro Deli City Medan dan keberangkatan Walikota Dzulmi Eldin ke China, disebut-sebut menggunakan jet pribadi pengusaha, segera dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta. Lembaga antirasuah tersebut diharapkan segera mengusut dan menuntaskan kasus Podomoro dan jet pribadi yang hingga kini menjadi polemik dan perbincangan publik.

“Hari ini (13/10) kita akan melakukan aksi langsung di depan gedung KPK di Jakarta, melaporkan kasus Podomoro dan jet pribadi tersebut. Sebab kita mengamati kasus Podomoro ini penuh kejanggalan, begitu juga soal jet pribadi yang kita duga sebagai gratifikasi diberikan oleh pengusahanya,” kata Koordinator Gerakan Rakyat Berantas Korupsi Sumatera Utara, Saharuddin menjawab wartawan di Medan, Rabu (12/10/2016).

Saharuddin mengaku mengemukakan itu disela-sela keberangkatanya ke Jakarta melalui Bandara Internasional Kuala Namu Medan, menyatakan prihatin terhadap sikap pemimpin di Kota Medan. “Tentu kita sangat prihatin, ditengah kondisi Medan saat ini mengalami banyak persoan khususnya banjir disana-sini, eh malah Walikotanya enak-enakan melancong ke China,”katanya.

Untuk itu, agar kasus Podomoro dan jet pribadi tersebut tidak terus menjadi polemik dan perbincangan di tengah masyarakat, maka Syahruddin berharap KPK segera mengusutnya.”Kita harapkan KPK segera memanggil dan memeriksa Walikota Medan Dzulmi Eldin maupun Kabag Umumnya,sebagaimana foto mereka yang ada di dalam jet pribadi yang sudah tersebar ke publik,”katanya.

Menurut dia, jika KPK sudah memeriksa dan dapat memastikan pengaduannya nantinya benar-benar gratifikasi atau tidak sehingga dapat menimbulkan kenyamanan bagi semua pihak.Sebab menurut dia,saat ini, sangat banyak isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. “Kalau sudah dipastikan gratifikasi atau tidak, isunya tidak liar lagi,” ujar Saharuddin.

Saharuddin juga mengaku, pihaknya melaporkan soal kasus Podomoro dan jet pribadi tersebut, didasari sikap prihatinnya terhadap kinerja Anggota dan Pimpinan DPRD Medan . “Sebab wakil rakyat yang seharusnya tempat menampung segala aspirasi dan keluhan rakyat serta bertindak tegas mengawasi kinerja aparatur pemerintahan (eksekutif-red), malah terkesan ‘melempam’ tak berdaya bersuara lantang,”katanya.

Untuk itu, Saharuddin kembali mengaku prihatin para anggota DPRD Medan tidak menjalankan fungsi pengawasannya. “Kita sedih, anggota dewan saat ini sepertinya hanya dijadikan pihak eksekutif sebagai ‘tukang stempel,”katanya.

Lebihlanjut Syahruddin mengaku aksi soal kasus Podomoro dan jet pribadi di gedung KPK tersebut direncanakan diikuti ratusan massa.”Kita berharap aksi ini diterima langsung oleh komisioner KPK, Saut Situmorang,”harapnya.

Terpisah, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut, Abyadi Siregar saat ditanya seputar kasus Podomoro dan jet pribadid, yang ramai diperbincangkan publik juga berharap pihak terkait menjalankan tugasnya dengan baik dan benar. Abyadi mengaku jika benar kasus Podomoro yang belakangan ini diributkan sejumlah kalangan tidak memiliki izin mendirikam bangunan (IMB), maka pihak terkait harus segera bertindak.

“Jika benar pembangunan Podomoro ini tidak memiliki IMB, tentu yang dirugikan tidak hanya Pemko Medan tapi masyarakat. Makanya kita harapkan pihak terkait agar memeriksa kembali perizinannya,”katanya.

Pada kesempatan itu, Abyadi juga mengaku prihatin terhadap kasus jet pribadi yang menimpa Walikota Medan Dzulmi Eldin.”Perlu juga segera diusut dan diperiksa kebenaran Walikota Medan naik jet pribadi atas undangan pengusaha tersebut,”katanya.

Abyadi mengaku, perlunya kasus jet pribadi tersebut diusut dan diperiksa kebenarannya, agar persoalan ini tidak semakin meluas dan liar yang dikhawatirkan berimbas terganggunya proses pembangunan dan birokrasi di Pemko Medan. Pada kesempatan itu Abyadi juga mengaku prihatin terhadap lemahnya kinerja dan pengawasan dilakukan anggota DPRD Medan. (Har)

Berikan Komentar