Polsek Medan Barat Lakukan Problem Solving Perselisihan Suami Istri

oleh -445 views
Proses problem solving keluarga yang berselisih paham

garudaonline – Medan | Personel Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Polsek Medan Barat Aiptu SM Gultom melakukan mediasi atau problem solving perselisihan antara pasangan suami istri, Prana Rahmadan-Riska Dayanti Br Harahap.

“Jadi tadi siang, Selasa (18/4/2017) sekira pukul 11.30 WIB, personel bhabin kita mendengar ada perselisihan suami istri yang tinggal di Jalan Putri Hijau Lingkungan XII, Kelurahan Silalas, Kecamatan Medan Barat. Si istri mengaku mau ditikam suami

nya. Dia sempat meminta pertolongan ke Kantor Samapta Polrestabes Medan,” kata Kapolsek Medan Barat Kompol Victor Ziliwu SH SIK MH.

“Mendengar adanya perselisihan itu, personel bhabinkamtibmas kita langsung mendatangi rumah mereka untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Namun sesampainya di TKP, rumah pasangan suami itu, sudah kosong. Suami, istri maupun bayi mereka sudah tidak berada di rumah,” tuturnya.

Setelah dicari, suami dan bayinya ditemukan. Namun bersamaan dengan itu, Ernawty, ibu Prana Rahmadan berlari ke atas rel KA. Dia berusaha bunuh diri dengan cara melompat dari atas di jembatan rel KA ke sungai. Melihat itu, personel Bhabinkamtibmas Polsek Medan Barat bersama kepling dan masyarakat langsung menyelamatkan Ernawaty.

“Setelah situasi tenang, personel bhabin kita langsung mengumpulkan semua yang bermasalah, suami-istri (Prana Rahmadan-Riska Dayanti Br Harahap), termasuk Ernawaty, ibu Prana Ramadhan serta kakaknya untuk dimintai keterangan atas penyebab kejadian tersebut,” ujar Victor.

“Proses mediasi juga disaksikan personel Babinsa Kelurahan Silalas Sertu Helmy, Personel Kesdam I/BB Koptu Muji, Kepling XII Kelurahan Silalas Dedy Batubara. Dari mediasi itu diketahui memang terjadi kesalahpahaman suami yang menyangka kedatangan kakak iparnya (Lely Sumarni) ke rumahnya untuk menceraikan Prana Ramadhan dari dari istrinya, Riska Dayanti Br Harahap.

Sebenarnya, kedatangan kakak iparnya itu untuk melihat anak mereka, bayi mereka yang baru lahir, bukan untuk menceraikan mereka. Nah, setelah mendengar penjelasan tersebut, Prana Ramadhan sadar dan mengaku khilaf. Sambil menangis dia langsung memeluk ibunya (Ernawaty) dan istrinya (Riska Dayanti Br Harahap),” terang Victor.

Dalam suasana haru, personel Bhabinkamtibmas Polsek Medan Barat bersama kepling langsung memeberikan nasehat kepada mereka untuk tetap menciptakan cinta dan kasih sayang serta memeberikan pencerahan kepada ibu Ernawaty untuk tidak selalu berpikiran singkat/buntu dalam menyelesaikan suatu permasalahan apapun.

“Dalam kesempatan itu, Prana Ramadhan juga berjanji untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi dan kita perintahkan untuk membuat surat pernyataan,” pungkasnya.

(g/01)

Berikan Komentar