Sakit ISPA, Empat Bayi Korban Trafficking Dirawat di RSUD Pirngadi

oleh -588 views

ispa garudaonline – Medan | Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Pirngadi Medan merawat empat balita korban sindikat per­dagangan manusia (trafficking) di Marelan. Keempat bayi itu, terpaksa dirujuk ke rumah sakit karena mengalami ISPA (Inspeksi Saluran Pernafasan Atas) dan demam.

“Adapun jenis kelamin dari keempat balita tersebut, yakni tiga perempuan dan satu laki laki. Keempatnya mendapat perawatan di ruang berbeda. Keempat bayi ini dirawat setelah direkomendasikan dari Polres Pelabuhan Belawan,” kata Kasubbag Hukum dan Humas RSUD dr Pirngadi Medan, Edison Perangin angin SH MKes, Rabu (7/12/2016).

Edison menuturkan, keempat bayi ini masuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) pada Selasa (6/12/2016) sekira pukul 20.53 WIB. Usai dilakukan pemeriksaan, tepat pukul 00.30 (7 Des 2016), keempatnya dibawa ke ruangan anak untuk penanganan lebih lanjut.

“Bayi pertama dibawa ke ruang Neo Tanjung untuk mendapatkan perawatan karena ada gangguan ISPA. Bayi ini memiliki berat badan 3.820 gram, panjang 55 cm, jenis kelamin laki laki. Usia satu bulan 13 hari. Kondisi secara umum sehat. Namun ada gangguan ISPA,” ujar Edison.

Untuk bayi kedua, kata Edison, juga mendapatkan perawatan yang sama di Ruang Neo Nati, karena mengalami ISPA. Berat badannya 4500 gram, panjang 63 cm, jenis kelamin perempuan, usia dua bulan 15 hari, kondisi secara umum sehat, tapi ada gangguang ISPA.

“Sementara bayi ketiga, berjenis kelamin perempuan, dengan berat badan 3.280 gram, dan memiliki panjang 51 cm. Usianya 21 hari, dan kondisinya sehat,” timpalnya.

Sedangkan bayi keempat ini, berjenis kelamin perempuan, dengan berat badan 6,5 kg, panjang 75 cm, usia diperkirakan 2-3 tahun. Bayi yang satu ini perlu mendapatkan perawatan lebih lanjut. Sebab, berdasarkan diagnosis dokter, kondisinya demam, anemia (HB rendah).

“Dalam penanganan ini, kita membuka pintu bagi para dermawan yang merasa terketuk dari insiden ini, untuk mengulurkan tangan membantu penyediaan asupan gizi dan kebutuhan lainnya. Kalau rumah sakit sifatnya hanya memberikan perawatan saja,” jelasnya.

Sebelumnya, Satuan Reskrim Polres Pelabuhan Belawan mem­bongkar sindikat perdagangan bayi antarprovinsi yang selama ini beroperasi di Kom­pleks Bumi Permai, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Selasa (6/12/2016).

Dari lokasi penggerebekan, polisi membekuk dua ter­sangka antara lain Ayn (40), warga Kompleks Bumi Marelan Blok H-14, Kelurahan Rengas Pulau Kecamatan Medan Marelan; serta Lna (40), warga Jalan Brigjen Katamso, Medan, diduga sebagai pemasok atau perantara penjual bayi. Petu­gas juga me­ngamankan empat bayi diduga menjadi korban sindikat per­dagangan manusia (trafficking) tersebut.

Terbongkarnya praktik perdagangan bayi ini, bera­wal dari informasi masyarakat yang mencurigai keberadaan peng­huni kompleks Blok H-14, yang silih berganti membawa sejumlah bayi yang tak jelas asal-usulnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tersangka Ayn mengakui bayi-bayi tersebut diperoleh dari tersangka Lna. Di antaranya ada yang berusia 2 bulan, 3 minggu dan 2 tahun.

Dalam upaya men­da­patkan bayi-bayi tersebut, tersangka selama ini melakukan aksi perburuan ke rumah sakit dan rumah-rumah, bila ada orangtua yang tidak mampu membiayai persalinan. Rencananya, bayi tak dikenal itu akan dijual kepada peminatnya dengan harga bervariasi berkisar Rp5 juta sampai Rp15 juta.

(Fidel)

Berikan Komentar