Tiga Alasan Mengapa Pendidikan Lalu Lintas Jadi Mata Pelajaran di Sumut

oleh -225 views
FKPD Provsu menyatakan sepakat pendidikan lalu lintas masuk mata pelajaran bagi siswa SD, SMP dan SMA di Sumut.

garudaonline – Medan | Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapoldasu) Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel dan FKPD Provsu memiliki tiga alasan mengapa pendidikan lalu lintas masuk mata pelajaran bagi siswa SD, SMP dan SMA di Sumut.

Pertama, merujuk pemahaman secara hakiki penyelenggaraan lalu lintas merupakan cerminan karakter dan budaya tertib suatu bangsa. Alasan kedua, dalam penerapan pengintegrasian itu juga untuk memberikan pendidikan karakter tertib, disiplin dan patuh terhadap peraturan hukum.

Sedangkan alasan ketiga, untuk membentuk budaya cegah dan kemampuan pendidikan mengenai lalu lintas sebagai cermin karakter bangsa.

“Tujuan pendidikan berlalulintas bukan hanya soal kepemilikan SIM dan persyaratan berkendara lainnya, melainkan menciptakan kesadaran untuik tertib berlalulintas juga patuh hukum agar mencerminkan budaya bangsa yang positif,” kata Kapolda.

Ditambahkan, dalam proses perumusan modul mata pelajaran Pendidikan Lalu Lintas itu juga akan memasukan kearifan lokal sesuai situasi kultur di Sumut.

“Dalam waktu sebulan ke depan setelah penandatanganan MoU, tim kelompok kerja (Pokja) Dinas Pendidikan dan Poldasu akan menyusun Silabus dan perencanaan kegiatan termasuk dicantumkan tenaga pengajar seperti apa, dan modulnya bagaimana,” pungkas Kapolda.

Sementara Dirlantas Polda Sumut Kombes Pol Yusuf menambahkan, selain merujuk peraturan UU Nomor 2 Tahun 2002 Tentang Kepolisian dan UU Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem Pendidikan nasional, pengintegerasian itu juga merupakan program nawacita Presiden sekaligus prioritas Kapolri dalam program “Promoter” ke 7 tentang membangun kesadaran dan partisipasi masyarakat.

“Dari sisi lain pengintegrasian pendidikan lalu lintas ini berdasarkan evaluasi dari data yang dirangkum WHO mengenai kecelakaan lalulintas sebagai faktor penyebab kematian tertinggi ke 3 setelah penyakit jantung. Di Indonesia sendiri angka kecelakaan lalu lintas masuk dalam urutan 5 tertinggi di dunia. Khusus untuk Sumut intensitas kecelakaan masuk urutan ke 4 tertinggi di Indonesia dengan jumlah korban tewas akibat kecelakaan sebanyak 5 orang dalam sehari,” tambah Kombes Yusuf.

(g/10)

Berikan Komentar