Melawan saat Pengembangan, Dua Bandar Narkoba Langsung Ditembak Mati

oleh -896 views
Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw (tengah depan) didampingi Wakapolda Sumut Brigjen Pol Agus Andrianto (kanan depan), Kapolrestabes Medan Kombes Pol Sandi Nugroho (kiri depan), Kabidhumas Kombes Pol Rina Sari Ginting (3 dari kanan depan) dan Kapolsek Medan Kota Kompol Martuasah H Tobing (kanan belakang) merilis barang bukti 3 kilogram sabu milik dua bandar narkoba antarprovinsi yang ditembak mati di Tanjungmorawa.

garudaonline – Medan | Dua anggota sindikat narkotika dan obat/bahan berbahaya (Narkoba) jaringan antarprovinsi ditembak mati personel Unit Reskrim Polsek Medan Kota, Polrestabes Medan.

Mereka adalah, Doni Safrindi (25) dan Rahmad Suhaimi Ananda (24). Keduanya warga Jalan Pertamina Desa Paya Tampak, Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat.

“Kedua tersangka kami berikan tindakan tegas dan terukur karena melakukan perlawanan saat dilakukan pengembangan,” ujar Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw didampingi Kapolrestabes Medan Kombes Pol Sandi Nugroho di RSU Bhayangkara Medan, Selasa (26/9/2017).

Dikatakan, kedua tersangka ini awalnya ditangkap di Jalan Brigjen Katamso, Medan pada Minggu (24/9/2017) sekitar pukul 07.50 WIB.

Dari penangkapan itu, polisi menyita barang bukti sabu sebanyak 3 bungkus narkotika jenis sabu-sabu seberat 3 kilogram, 4 unit handphone, 2 tas dan 1 unit mobil Daihatsu Xenia BK 1151 PL.

Menurut Kapolda, penangkapan kedua bandar narkoba ini merupakan hasil pengembangan informasi dari masyarakat.

“Minggu (24/9/2017) sekitar pukul 07.00 WIB, tim kami dari Polsek Medan Kota mendapat informasi dari masyarakat ada 2 orang membawa narkotika jenis sabu-sabu.”

“Selanjutnya, tim yang dipimpin Kapolsek Medan Kota Kompol Martuasah Tobing SIK langsung melakukan penyelidikan terhadap informasi yang dimaksud, dan sekitar pukul 10.50 WIB tim berhasil mengamankan kedua pelaku.”

“Saat digeledah, ditemukan 3 paket sabu seberat 3 kilogram. Selanjutnya tim melakukan pengembangan. Dari keterangan kedua tersangka mereka mengaku masih ada menyimpan sabu-sabu di daerah Tanjungmorawa Deliserdang.”

“Setelah mendapat keterangan dari kedua tersangka, tim lalu membawa kedua tersangka ke Tanjungmorawa arah Bandara Kualanamu.”

“Nah, disitulah kedua tersangka berusaha melarikan diri dan melakukan perlawanan dengan menggunakan sebilah pisau yang ternyata sudah disimpan terlebih dahulu di sekitar TKP. Akibat perlawanan itu, dua personel Polsek Medan Kota, Briptu Amos Ginting dan Briptu Darmansyah terluka.

“Mengingat keselamatan anggota yang sedang dalam keadaan bahaya maka dilakukan tindakan tegas terhadap tersangka dan mengakibatkan kedua tersangka meninggal dunia,” papar Kapolda.

Menurut Kapolda, hasil interogasi sebelumnya, kedua tersangka mengaku sudah 11 kali menjual narkotika jenis sabu-sabu ke beberapa wilayah di Indonesi, seperti di Jambi 6 kali, Makassar 4 kali dan Surabaya 1 kali dengan jumlah sabu bervariatif.

(g.01)

Berikan Komentar