Meliana Terdakwa Penista Agama Menangis Dituntut 1,5 Tahun Penjara

oleh -675 views
Meliana terdakwa penista agama mengikuti sidang dengan agenda tuntutan di PN Medan

garudaonline – Medan | Penuntut Umum Kejari Tanjungbalai menuntut Meliana dengan hukuman selama 1 tahun 5 bulan penjara.

Wanita ini dianggap terbukti melakukan penistaan agama Islam lantaran mempersoalkan suara azan sehingga menimbulkan kegaduhan di Kota Tanjungbalai pada Juli 2016 lalu.

“Meminta majelia hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini menjatuhkan hukuman 1 tahun 5 bulan penjara kepada terdakwa Meliana,” ucap JPU Anggia Y Kesuma dalam persidangan yang berlangsung diruang Cakra 1 Pengadilan Negeri Medan, Senin 13 Agustus 2018 sore.

Kasus yang menjerat Meliana bermula ketika ia mempertanyakan suara azan dari Masjid Al-Maksum di Jalan Karya, Lingkungan 1, Kelurahan Tanjungbalai Kota, Kecamatan Tanjungbalai Selatan, Tanjung Balai-Sumatera Utara pada Juli 2016 lalu sekira pukul 07.00 Wib. Letak masjid berdekatan dengan rumah Meliana.

Meliana lantas mendatangi saksi Kasini di kedai milik saksi. Meliana mengucapkan kalimat bernada menista dengan mengatakan, “Lu lu ya, itu masjid lu emang bising pekak lo, hari-hari bising tak bikin tenang,” ujar Meliana.

Selain Kasini, ujaran itu pula terdengar oleh saksi, Haris Tua Marpaung dan beberapa saksi lainnya. Ucapan Meliana ini berbuntut panjang. Akibatnya terjadi kerusuhan di Tanjungbalai.

Sejumlah vihara dan klenteng dibakar dan diamuk warga Tanjungbalai. Insiden ini pun sempat menjadi sorotan luas.

Berdaskan Fatwa MUI Prov Sumut No. 001/KF/MUI-SU/I/2017 tgl 24-01-2017 menegaskan ucapan Meliana atas suara yang berasal dari Masjid Al-Maksum merupakan perendahan dan penistaan terhadap Agama Islam.

Persidangan tersangka Meliana digelar di Pengadilan Negeri Medan berdasarkan Fatwa Mahkamah Agung RI No. 87/KMA/SK/V/2018 Tanggal 7 Mei 2018 perihal Penunjukan Pengadilan Negeri (PN) Medan untuk memeriksa dan memutus perkara pidana atas nama Meliana.

Selama pembacaan tuntutan, terdakwa menangis dengan beberapa kali menghapus air matanya sampai pembacaan tuntutan selesai dibacakan.

Usai persidangan majelis hakim yang diketuai Wahyu Prasetyo Wibowo menunda persidangan hingga pekan depan dengan agenda pembelaan terdakwa.

Terpisah Ranto selaku penasehat hukum Meliana, merasa keberatan dengan tuntutan yang dibacakan jaksa.

“Kita keberatan karena tidak ada saksi yang melihat dan hanya berdasarkan surat pernyataan saja,” ucapnya.

(voshkie)

Berikan Komentar