Mendag Imbau Bulog Tak Ragu Turun ke Pasar

oleh -272 views

garudaonline, Medan: Untuk mengantisipasi kenaikan harga beras, Menteri Perdagangan (Mendag) Republik Indonesia, Enggartiasto Lukita menegaskan agar Bulog turun ke pasar untuk memantau harga agar tidak terjadi kenaikan terlebih lagi jika kenaikan tersebut disebabkan oleh permainan cukong.

“Bulog harus masuk ke pasar untuk memantau harga,” kata Enggartiasto didampingi stafnya saat blusukan ke pasar-pasar tradisional di Kota Medan, Sabtu (29/12).

Terkait harga beras Medium yang dijual diatas harga eceran tertinggi (HET) di Sumut dikisaran Rp 10-11 ribu, Enggartiasto menegaskan bahwa Bulog harus turun untuk menstabilkan harga beras tersebut.

“Makanya Bulog ditugaskan untuk masuk ke pasar sampai ke pedagang besar. Dimana, harga di pedagang besar menjual kepada masyarakat itu Rp 9.450 maksimal,” tegasnya.

“Namun, kalau harga tinggi, berarti itu beras Bulog,” sambung Mendag

Mendag juga mengungkapkan bahwa adanya pencampuran atau (mix) beras dilakukan agar beras tetap terjaga ke pulenannya.

“Sempat beras mau di mix, yaitu beras dari Vietnam degan beras lokal agar rasanya lebih pulen yaitu dicampur sekitar 5 persen dengan beras lokal,” ungkapnya.

Agar kebutuhan tersebut terus stabil, Mendag menyuruh Bulog untuk mengendalikan harga tersebut.

“Setalah tahun baru kita pastikan stabil, makanya peran Bulog harus mengeluarkan stoknya untuk mengendalikan harga. Kalau sudah begitu pedagang tidak mungkin bermain dengan harga ini karena ada satgas pangan dan tidak bisa pedagang itu macam-macam,” tambahnya Enggartiasto. (dfnorris)

Berikan Komentar