Menguat, Rupiah Beranjak ke Posisi Rp14.130 per Dolar AS

oleh -353 views

garudaonline, Jakarta: Nilai tukar rupiah tercatat menyentuh posisi Rp14.130 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pasar spot Kamis pagi (24/1). Posisi ini menguat 0,41 persen dibandingkan penutupan pada Rabu (23/1) yang di level Rp14.188 per dolar AS.

Selain rupiah, sejumlah mata uang utama Asia lainnya juga ikut menguat terhadap dolar AS. Rupee India tercatat menguat 0,16 persen, won Korea Selatan, peso Filipina, dan ringgit Malaysia sama-sama menguat 0,13 persen, sementara baht Thailand menguat 0,12 persen dan dolar Singapura menguat 0,11 persen.

Kemudian, yuan China menguat 0,24 persen, yen Jepang menguat 0,03 persen, dan terakhir dolar Hong Kong menguat 0,01 persen. Dengan demikian, maka rupiah kembali bertengger di posisi jawara seantero Asia di dalam pembukaan perdagangan pagi ini.

Analis Monex Investindo Faisyal mengatakan penguatan rupiah berpotensi kembali terjadi hari ini. Penguatan kemungkinan terjadi karena  di sisi eksternal dolar AS tak punya sentimen positif untuk menguat termasuk terhadap rupiah.

Dolar AS saat ini mendapatkan banyak tekanan, seperti; laporan penjualan properti AS yang melemah serta penurunan harga minyak dunia setelah International Monetary Fund (IMF) memproyeksi penurunan pertumbuhan ekonomi tahun ini dari 3,7 persen ke 3,5 persen.

“Tapi memang penguatannya terbatas, dan mungkin potensi rupiah menguat hanya akan ke angka Rp14.100 per dolar AS,” jelas Faisyal, Kamis (24/1).

Sementara itu, Analis Asia Trade Point Futures (ATPF) Andri Hardianto mengatakan sentimen lain yang mempengaruhi penguatan rupiah kali ini adalah perundingan mengenai keluarnya Inggris dari Uni Eropa, atau biasa disebut Brexit. Sebab, jika Brexit mencapai situasi no deal, maka kepercayaan pelaku pasar akan pulih terhadap mata uang yang lebih berisiko ketimbang dolar AS.

“Dan saya perkirakan rupiah akan ada di posisi Rp14.120 hingga Rp14.120 per dolar AS,” jelas Andri. (CNN/voshkie)

Berikan Komentar