Menlu Zarif: Rencana AS Hentikan Ekspor Minyak Iran Tak Akan Berhasil

oleh -293 views

garudaonline, Iran:  Menlu Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan rencana Amerika Serikat menghentikan ekspor minyak negara itu sepenuhnya, tidak akan berhasil.

“Jika Amerika berniat mempertahankan rencana sederhana dan tidak mungkin terwujud ini, mereka harus juga tahu konsekuensinya,” kata Javad Zarif seperti dikutip media setempat.

“Mereka tidak bisa berpandangan Iran tidak akan mengekspor minyak dan negara lain tidak akan mengekspor.”

Belakangan ini para pejabat Amerika Serikat mengatakan ingin menekan negara-negara di dunia menghentikan pembelian minyak dari Iran agar Tehran menghentikan program nuklir dan rudal serta tidak lagi terlibat dalam konflik regional di Suriah dan Irak.

Langkah itu dipandang sebagai upaya Amerika Serikat menghentikan Iran mengekpor minyak sepenuhnya.

Presiden Iran Hassan Rouhani mengisyaratkan bulan lalu bahwa negaranya bisa menutup Selat Hormuz yang merupakan rute utama pengapalan minyak, jika AS mencoba menghalangi ekspor minyak Iran.

Presiden Donald Trump menjawab bahwa Iran bisa menghadapi konsekuensi berat jika mengancam AS.

“Amerika sudah mendirikan ruang strategi perang dengan Iran,” kata Zarif. “Kami tidak akan terpancing ke dalam konfrontasi dengan Amerika dan terjebak dalam strategi perang mereka.”

Bulan lalu Donald Trump menawarkan pertemuan dengan para pemimpin Iran. Zarif mengatakan Oman dan Swiss bertindak sebagai penengah pertemuan dengan AS sebelumnya tetapi saat ini tidak ada perundingan langsung maupun tidak langsung dengan AS.

Amerika Serikat menerapkan kembali sanksi ekonomi bagi Iran pada Selasa (7/8) yang melarang perusahaan dan individu di mana pun di dunia untuk berhubungan bisnis dengan Iran. Salah satu sasaran sanksi ini adalah menghentikan ekspor minyak Iran yang disebut oleh pemerintah itu tidak akan berhasil.

Langkah AS ini tampaknya akan mendapat tentangan dari negara-negara lain.

Meski tidak secara langsung menyatakan pandangan atas sanksi ekonomi ini, pemerintah Inggris melalui menteri pertahanannya mengatakan kesepakatan nuklir antara Iran dan negara Barat yang ditandatangani 2016 merupakan kesepakatan terbaik.

Sementara China, yang kini terlibat perang dagang dengan AS, mengatakan hubungan bisnisnya dengan Iran terbuka, transparan dan tidak melanggar hukum.

China secara konsisten selalu menentang sanksi sepihak dan “melampau wilayah kewenangan”.
(cnn/voshkie)

Berikan Komentar