Merasa Difitnah, Ketua Ormas Lapor Polisi

oleh -1.152 views
Abdul Rahman alias Dedek (kiri) didampingi temannya memperlihatkan kuitansi tanda penitipan sepedamotor dari AS di Polrestabes Medan, Senin (30/7/2018).

garudaonline – Medan | Merasa difitnah, Abdul Rahman alias Dedek (37) warga Jalan Menteng II, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai melaporkan seorang oknum pengusaha mebel ke Polrestabes Medan, Senin (30/7/2018).

Kepada sejumlah wartawan di Polrestabes Medan, ketua salah satu organisasi kemasyarakatan (Ormas) ini mengaku awalnya, ia hendak membangun rumah orangtuanya.

Ia lalu memesan kayu, papan serta kusen kepada pengusaha mebel berinisial AS, warga Jalan Eka Jaya II, Kelurahan Pangkalan Mansyur, Kecamatan Medan Johor.

Pada Maret 2018, Dedek memberikan uang Rp10 juta untuk memesan kayu dan kusen. Selanjutnya, pada Mei 2018, Dedek mengirimkan uang Rp10 juta via ke rekening AS.

“Kayu-kayu yang diantarkan oleh AS ternyata tidak sesuai dengan pesanan,” ujar Dedek.

Selain itu, tambah Dedek, kayu damar yang diantarkan ke rumahnya ternyata juga tidak sesuai dengan pesanan semula.

“Yang saya pesan adalah kayu damar Aceh dan bukan damar Pekanbaru sehinggga saya mengembalikan damar Aceh itu dan meminta uang saya dikembalikan saja,” jelas Dedek.

Dijelaskan Dedek, saat AS datang ke rumahnya, dirinya meminta agar AS mengembalikan uang namun AS malah menyerahkan sepedamotornya sebagai jaminan dan disertai dengan kuitansi penitipan sepedamotor.

“Penyerahan sepedamotor tersebut dilakukan sendiri oleh AS yang disaksikan oleh keluarga Dedek dan seorang teman AS,” sebut Dedek.

Ironisnya, tambah Dedek, 2 jam kemudian, dirinya malah dilaporkan oleh AS ke Polsek Medan Area dengan tuduhan telah melakukan penyekapan, perampasan dan penganiayaan.

“Padahal, malam itu AS datang bersama seorang temannya ke rumah saya. Saya minta uang saya dikembalikan namun AS malah menyerahkan sepedamotornya sebagai jaminan dan dilampirkan kuitansi tanda terima titipan sepedamotor,” tutur Dedek seraya menambahkan, saat AS dan temannya datang disambut dengan kekeluargaan dan disuguhkan kopi panas.

Namun, tambah Dedek, dirinya malah dituduh telah menyiramkan kopi panas ke tubuh korban.

“Semua tudingan tersebut tidak benar dan saya merasa difitnah, saya tidak merasa menganiaya, menyekap apalagi menyiramkan kopi panas ke tubuh AS sehingga nama baik saya tercemar dan melaporkan AS ke Polrestabes Medan,” sebut Dedek.

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Medan Area Iptu P Hutagaol menjelaskan memang benar pihaknya menerima laporan kasus penganiayaan disertai penyekapan terhadap pengusaha kayu itu. Namun, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai kasus itu.

“Masih kita pelajari dan diselidiki kasusnya,” katanya kepada wartawan.

(g.01)

Berikan Komentar