Meski Dapat Perlawanan, Polres Labuhanbatu Terus Berantas Narkoba di Labusel

oleh -12 views
Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan didampingi Kasat Narkoba AKP Martualesi Sitepu memberikan keterangan pers terkait penangkapan bandar narkoba di Labusel

garudaonline – Rantauprapat | Upaya pemberantasan narkoba di wilayah Labuhanbatu Selatan (Labusel), Sumatera Utara terus dilakukan oleh personel Sat Narkoba Polres Labuhanbatu meski terkadang mendapat perlawanan.

Seperti yang terjadi di Dusun Asahan, Desa Aek Batu, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labusel pada Sabtu, 17 Oktober 2020 lalu.

Saat personel Sat Narkoba Polres Labuhanbatu menangkap tersangka bandar sabu berinisial EPS alias Tonggek (30), polisi mendapat perlawanan dari pihak keluarga tersangka.

Salah seorang adik tersangka Tonggek berinisial PFS mengambil sebilah samurai sepanjang 1,20 meter lalu mengancam bacok polisi yang menangkap abangnya tersebut.

Kasat Narkoba Polres Labuhanbatu AKP Martualesi Sitepu (kanan) memperlihatkan samurai yang dipakai tersangka PFS untuk mengancam bacok anggotanya

“Kalian lepaskan abangku kalau tidak kubacok kalian semua,” ucap Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan menirukan ucapan PFS, saat memberikan keterangan pers, di Mapolres Labuhanbatu, Senin (19/10/2020).

Meski mendapat ancaman, personel Sat Narkoba Polres Labuhanbatu di bawah pimpinan Kasat Narkobanya AKP Martualesi Sitepu tak menjadi gentar.

Setelah hampir 2 jam dikepung, personel Sat Narkoba Polres Labuhanbatu akhirnya berhasil menangkap tersangka Tonggek.

Dari penangkapan itu disita barang bukti kaca pirex berisi sabu-sabu brutto 1,61 gram, 1 unit handphone, sendok sekop sabu, dan 1 buah bong.

AKBP Deni menyebut penangkapan tersangka Tonggek merupakan hasil pengembangan dari tersangka IA (44) yang ditangkap sebelumnya.

“Tersangka IA ini merupakan kaki tangan EPS. Dia ditangkap di Jalinsum Torgamba, Desa Aek Batu, Kecamatan Torgamba, Labusel,” kata Deni.

“Saat ditangkap, IA sedang melintas mengendarai sepeda motor Yamaha FU. Darinya disita 1 bungkus plastik klip berisi sabu-sabu brutto 5,43 gram, handphone, dan sepeda motor Suzuki Satria FU warna hitam,” sambung Deni.

Selain menangkap tersangka bandar sabu berinisial EPS alias Tonggek dan IA, polisi juga menangkap PFS. PFS ditangkap lantaran melakukan pengancaman dengan senjata tajam.

“Dia (PFS) kita persangkakan melanggar Pasal 335 Ayat 2 YO 212 KUHP dengan ancaman hukuman 1 tahun 4 bulan penjara,” kata Deni.

“Sedangkan tersangka ESP dan IA Pasal 114 Sub 112 UU RI NO.35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” tutup Deni.

(g.01)

 

Berikan Komentar