Minyak Urut Karo dari Sang Ibu untuk Anthony Ginting

oleh -1.173 views
Anthony Ginting tergeletak karena kram.

garudaonline – Jakarta | Kram otot yang dialami Anthony Sinisuka Ginting pada laga final beregu putra Asian Games 2018 antara Indonesia dan China, Rabu (22/8), membuat sang ibu, Lucia Sriati, merasa khawatir.

Saat itu, Anthony yang berhadapan dengan Shi Yuqi sedang unggul 21-20 pada gim penentuan. Namun, rasa nyeri otot di kaki kiri membuat atlet asal Cimahi, Jawa Barat itu tak mampu menuntaskan laga.

Shi Yuqi pun akhirnya dinyatakan menang retired. Adapun Anthony tampak tergeletak di sisi lapangan, meringis sambil mendapatkan perawatan medis.

Sebagaimana naluri seorang ibu kebanyakan, Lucia tentu saja khawatir melihat kondisi anaknya yang seperti itu. Seketika itu, Lucia langsung menelepon kakak Anthony yang kebetulan berada di Istora Senayan untuk mengecek keadaan.

“Saya dengar dari TV katanya Anthony sedang dirawat, saya langsung tanya ke kakaknya, Anthony dirawat di rumah sakit mana,” kata Lucia.

“Eh, ternyata Anthony cuma dirawat di Istora. Saya sampai dikirimkan foto sama kakaknya. Rasanya lega, sudah aman keadaannya,” tutur Lucia.

Setelah dapat perawatan, kondisi kaki Anthony memang dipastikan baik-baik saja meski sempat didera kram. Dengan beristirahat selama satu hari, ia dinyatakan masih bisa mengikuti pertandingan kategori perorangan Asian Games 2018.

Kendati begitu, kekhawatiran sang ibu tak lantas hilang begitu saja. Jauh-jauh dari Bandung, Lucia sengaja membawakan minyak urut khas Karo, Sumatera Utara, daerah asal keluarga besar Anthony.

“Saya bilang ke Anthony, ‘baluri kakimu pakai minyak, biar untuk melemaskan otot. Ayo lakukan’. Saya bilang begitu via whatsapp,” ujar Lucia bercerita.

“Awalnya dia enggak mau pakai, karena minyaknya bau. Tetapi, tadi saya lihat kakinya sudah mengkilat begitu (tanda minyaknya sudah dipakai),” tutur dia.

Entah karena minyak tersebut atau tidak, Anthony mengaku kondisi kakinya sudah jauh lebih baik. Terbukti, Anthony mampu meraih kemenangan dua gim sekaligus atas Kento Momota, pemain Jepang yang merupakan unggulan kedua pada Asian Games 2018. Anthony berhasil meraih kemenangan 21-18, 21-18, dan berhak melaju ke babak perempat final.

Sebagai ibu kandung, Lucia mencurahkan perhatian yang sangat besar terhadap Anthony, anak keempat dari lima bersaudara. Ketika Anthony masih kecil, Lucia kerap mendampingi sang anak dalam sesi latihan atau bertanding.

Bentuk perhatian Lucia itulah yang pada akhirnya membentuk Anthony menjadi salah satu pebulu tangkis andalan Indonesia.

“Saat masih kecil, main pun dibimbing. Seperti ganti shuttlecock saja, harus tante yang bilang,” ujar Lucia.

Terkait kiprah Anthony pada Asian Games 2018, Lucia berharap anaknya tetap fokus dan tak terburu-buru. Masih ada jalan terjal yang harus dilalui Anthony demi meraih medali, termasuk tantangan pada babak perempat final melawan Chen Long, pemain nomor 7 dunia asal China.

Berdasarkan rekor pertemuan, kedua pemain sudah lima kali berjumpa, yang tiga di antaranya dimenangi oleh Anthony. Lucia menuturkan saat pertandingan Ginting melawan Shi Yuqi di partai pertama babak final beregu putra antara Indonesia melawan China pada Kamis (23/8) lalu, ia menonton melalui televisi di rumahnya di Bandung. Ia mengaku geram dengan wasit pertandingan tersebut.

Ia melihat anaknya sudah bermain terseok-seok karena kakinya sudah kram. Tapi wasit tetap memaksa Ginting untuk melanjutkan pertandingan. Bahkan untuk memberikan perawatan kepada Ginting pun, wasit tidak memberikannya. Ia mengaku matanya terus berkaca-kaca saat menonton pertandingan tersebut.

“Saya gemas saja lihat wasitnya. Dia (Ginting) sudah sampai tiduran telentang gitu, tapi tetap disuruh berdiri. Kalau saya di sini, saya suruh turun (ke lapangan) tuh, marahin wasitnya. Kesal sekali hati aku tuh. Waktu dia (Ginting) umur sembilan tahun, pernah juga tanding tapi wasit tidak becus, saya marahin, ngapain jadi wasit kalau tidak pintar memimpin,” kata Lucia.

Dengan kemenangan melawan Kento, Lucia mengaku bangga, tapi tetap memberikan pesan kepada Ginting agar tetap semangat karena pertandingan belum selesai. Masih banyak lawan berat yang sudah menanti hingga ke tangga juara.

Ia juga meminta agar Ginting tetap mengikuti instruksi dari pelatihnya. Ia memang mendengar banyaknya komentar untuk mengganti pelatih di tunggal putra PBSI, namun ia mengatakan hal itu tidak mudah. Karena pelatih baru pasti akan membutuhkan adaptasi yang baru untuk anaknya.

“Ginting saja butuh bertahun-tahun untuk beradaptasi dengan pelatih yang sekarang,” ujar dia.

Saat Ginting mengeluh karena latihan yang berat, ia hanya menguatkan Ginting untuk terus bertahan. Karena latihan yang berat untuk membuatnya menjadi juara.

“Kalau mau juara mana ada pelatih yang enak. Jadi ikutin saja. Saya bilang gitu ke anaknya,” tegas Lucia.

Namun di pertandingan selanjutnya, ia terancam tidak dapat menyaksikan langsung anaknya bertandingan di ajang Asian Games 2018. Karena ia tidak memiliki tiket yang sudah habis terjual bahkan hingga ke babak final.

Ia menonton pertandingan pada babak kedua, Sabtu (25/8), karena memakai tiket dari pemain spesialis ganda campuran, Debby Susanto yang dibeli Anthony untuknya.

“Tidak pegang tiket karena kemarin-kemarin tidak dapat. Pengennya sih sampai final, biar Anthony menang terus,” harap Lucia.

(G6/KC/RP)

Berikan Komentar