Modus Beri Permen dan Uang Rp5000, Kakek 56 Tahun Cabuli 9 Anak

oleh -351 views

garudaonline, Medan: Seorang kakek di Medan tega melakukan aksi pencabulan terhadap beberapa anak di bawah umur.

Peristiwa ini diperoleh dari pengakuan tersangka, Prancis Silalahi warga Jalan Multatuli Lingkungan III, Kelurahan Hamdan, Kecamatan Medan Maimun yang melakukan pencabulan terhadap anak tetangganya yang masih dibawah umur.

Dimana, korban dari kakek berusia 56 tahun ini ternyata tidak hanya 3 orang, melainkan ada 9 orang anak.

Kanit Reskrim Polsek Medan Kota Iptu Deny Indrawan Lubis menyampaikan, bahkan pelaku telah melakukan aksi mesumnya tersebut sejak tahun 2017. Ia menyebutkan, hingga saat ini, pelaku juga sudah mencabuli ke-9 anak tetangganya tersebut sebanyak 64 kali.

“Total korbannya ada 9 orang, tapi yang membuat laporan baru 3 orang. Selain itu korban sudah melakukan aksi cabulnya itu terhadap para korban hingga sebanyak 64 kali,” ungkapnya kepada wartawan, Rabu (27/3).

Lebih lanjut Deny menjelaskan, pelaku bahkan sampai melakukan aksi bejatnya itu terhadap beberapa orang anak hingga sebanyak 10 kali. Selain itu, Deny membeberkan, untuk memuluskan aksinya, para korban kemudian diberi permen dan uang Rp 5 ribu, agar tidak menceritakan kejadian yang dialaminya kepada orang tuanya.

“Padahal kalau kita lihat, pelaku sebetulnya normal tidak ada kelainan. Karena dia punya istri dan anak,” jelasnya.

Atas perbuatannya, ujar Deny, kepada tersangka pihaknya akan menjerat dengan Pasal 82 ayat 166 No 35 tahun 2014 junto pasal 64 KUHPidana subsider Pasal 81 ayat 1 UU No 5 tahun 2014 dengan ancaman hukuman 5 sampai 15 tahun penjara.

“Saat ini kita masih akan melakukan pendalaman, apakah masih ada korban lain atau tidak,” pungkasnya.

Sementara itu, tersangka Prancis mengakui segala perbuatannya. Aksi bejad itu dilakukannya, dengan cara merayu korban dengan iming-iming terhadap setiap anak tetangga yang bermain di dekat rumahnya untuk dibawa ke kamarnya.

Untuk memuluskan aksinya, tersangka juga tega mengancam para korban agar tidak memberitahukan kepada orang lain. Pencabulan itu dilakukan tersangka dengan cara menjolokan jarinya pada kemaluan korban, hingga akhirnya dilakukan persetubuhan. (Voshkie)

Berikan Komentar