Motif di Balik Pembunuhan Aktivis dan Mantan Caleg NasDem Masih Misterius

oleh -176 views

garudaonline – Medan | Polda Sumut belum bisa menyimpulkan motif dugaan pembunuhan terhadap aktivis kemanusiaan Martua P Siregar alias Sanjai (48) dan temanya Maraden Sianipar (55) yang merupakan mantan Caleg Partai Nasdem pada Pemilu 2019 lalu.

“Sementara untuk motifnya belum bisa kita ungkap,” kata Kapolda Sumut Irjen Pol Drs Agus Andrianto, S.H., M.H didampingi Direktur Reskrimum Kombes Pol Andi Rian dan Kasubdit III/Jatanras AKBP Maringan Simanjuntak, Senin (4/11/2019).

Agus menyebutkan, pihaknya saat ini masih fokus mengejar pelaku yang diduga lebih satu orang.

“Kita cari dulu pelakunya, dari pelaku nanti bisa kita ketahui (simpulkan) motifnya,” sebut Agus.

Agus mengatakan, Polda Sumut bersama Polres Labuhanbatu bersama-sama untuk mengungkap kasus ini.

“Polres Labuhanbatu dan Polda sama-sama melakukan upaya penyelidikan terhadap dugaan tindak pidana ini yang mengakibatkan orang yang meninggal dunia (rekan kita) mudah-mudahanlah kita bisa segera menangkap pelakunya. Mohon doa restu dari teman-teman, ya,” pintanya.

Saat disinggung kedua korban tewas dibacokin dengan senjata tajam melihat lukanya karena sabetan senjata tajam, Agus juga belum mau menyimpulkannya.

“Intinya nanti tunggu hasil dari tim yang sedang kerja,” ujar dia sambil berlalu meninggalkan awak media.

Sementara itu, Direktur Reskrimum Polda Sumut Kombes Pol Andi Rian mengakui kalau pihaknya hanya ikut memback-up kasus ini.

“Kan tadi sudah disampaikan Pak Kapolda, kita (Polda) sifatnya hanya memback-up” jelas dia.

Sebagaimana diketahui, kematian aktivis kemanusiaan Martua P Siregar alias Sanjai (48) dan temanya Maraden Sianipar (55), mantan Celeg Partai Nasdem pada Pemilu 2019, tergolong sadis.

Keduanya ditemukan di Komplek PT SAB / KSU Amalia Dusun VI Desa Wonosari, Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, Sumut, Rabu (30/10/2019), dengan kondisi luka benda tajam hampir di seluruh tubuhnya.

Berbagai dugaan muncul terkait kematian keduanya. Apalagi Sanjay yang dikenal sebagai sosok aktivis yang kerap mengadvokasi masyarakat dalam berbagai permasalahan.

Kapolsek Panai Hilir AKP Budiarto mengatakan kronologi pembunuhan bermuala saat kedua korban pada Selasa (29/10/2019), meminjam sepeda motor milik saksi bernama Burhan Nasution untuk berangkat ke ladang yang melewati kebun kelapa sawit milik PT SAB/KSU Amalia.

Namun karena tak kunjung pulang, Burhanudin melaporkan peristiwa itu ke pihak kepolisan yang selanjutkan melakukan tracking ke jalan yang dilalui kedua korban.

“Setelah ditelusuri personel menemukan mayat Maredan Sianipar juga menemukan mayat si Sanjay tidak jauh dari penemuan mayat Maredan,” ujar Budiarto.

Saat ditemukan, kata Budiarto kedua  korban tewas dengan banyak luka di bagian punggung.

“Diduga kasus pembunuhan, pihak polisi masih melakukan penyelidikan,” ungkapnya.

Mengenai motif pembunuhan, hingga kini belum bisa memastikannya namun menurut dugaan Budiarto, ada kaitanya dengan aktivitas LSM yang sedang diadvokasi Sanjay.

“(Sanjay) sering ke sana ke mari. Motifhya ngak tahu kita. Dia sering (mengadvokasi) masyarakat,” ujar Budiarto.

Saat ini pihaknya terus menyelidiki kasus tewasnya ke dua orang itu. Sejumlah saksi juga sudah dimintai keterangan.

“Ada sekitar 5 atau 6 saksi yang diperiksa, Sementara untuk jenazah, dibawa ke Rumah Sakit Siantar untuk dilakukan autopsi,” ujar Budiarto.

(cok)

Berikan Komentar