MUI Sumut Minta Pemerintah Serius Uji Kehalalan Vaksin MR

oleh -447 views

garudaonline, Jakarta:  Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara meminta agar Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mendaftarkan dan melakukan sertifikasi halal vaksin Measles Rubella (MR). Sebab dikhawatirkan kandungan vaksin yang berasal dari India ini mengandung ataupun terkontaminasi dengan zat haram.

“Karena Kemenkes dan pihak produsen belum pernah mendaftarkan ke MUI Pusat. Apalagi imunisasi nasional ini melibatkan ribuan orang terutama umat Islam namun belum jelas kehalalannya,” kata Sekretaris Umum MUI Sumut Ardiansyah, Selasa 7 Agustus 2018.

Ardiansyah mengatakan sertifikasi halal ini harusnya menjadi perhatian serius oleh pemerintah. Sebab makanan dan obat harus dilakukan sertifikasi halal apalagi berkaitan dengan umat Islam.

“Jangan sampai terjadi pembohongan publik, kita keberatan kalau ada pejabat yang menyatakan itu halal. Kita imbau pemerintah dan pemkab sebagai pelaksana dalam hal ini dibas kesehatan untuk benar-benar serius menanggapi masalah ini,” terangnya.

Menurut Ardiansyah, MUI Pusat telah meminta pada Kemenkes penundaan sementara pemberian vaksin MR khususnya untuk yang beragama Islam. Karena itulah MUI Sumut tidak perlu lagi membuat surat edaran ke daerah-daerah.

“Kita tidak edarkan surat penghentian sementara itu. Karena ini sifatnya nasional, maka kita berpatokan pada arahan MUI Pusat yang menyebutkan penudaan sebagian. Kita sampai hari ini sangat banyak menerima pertanyaan dari daerah terkait masalah vaksin MR ini,” urainya.

Terpisah, Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Pembantu, Dinkes Sumut, Ridesman, mengakui adanya penundaan sementara pemberian vaksin MR di sejumlah wilayah di Sumut khususnya untuk yang beragama Islam sampai vaksin ini telah dilakukan uji halal.

“Di Sumut tetap jalan. Namun penundaan hanya bagi yang mempersoalkan masalah halal. Tapi bagi yang tidak ada masalah soal uji halal, ya jalan terus. Penundaannya tidak bersifat semua. Kita menyikapinya situasional,” terangnya.

Vaksin MR adalah jenis imunisasi yang berfungsi untuk melindungi tubuh dari dua penyakit sekaligus yakni campak (Measles) dan campak Jerman (Rubella). Pemberian vaksin ini diharapkan bisa meningkatkan kekebalan pada anak. Di Sumatera Utara, ditargetkan sebanyak 4.329.871 anak diberikan vaksin MR selama program ini berjalan mulai 1 Agustus hingga September 2018.

Program pemberian vaksin pada anak usia 9 bulan sampai dengan kurang dari 15 tahun ini memang tak berjalan mulus. Banyak orangtua yang menolak anaknya diberi vaksin MR lantaran belum ada dilakukan uji halal. Misalnya saja, Sarah warga Jalan Medan Johor meminta agar anaknya tidak diberi vaksin MR sebelum dinyatakan halal.

“Sebaiknya ditunda saja vaksin MR itu untuk yang beragama Islam. Saya nggak mau kalau anak saya diberi vaksin MR jika belum ada uji halal. Makanya anak-anak belum saya izinkan vaksin. Tunggu kejelasan dari Pemerintah,” tukasnya.

Begitu juga dengan Ross warga Jalan Karya Jaya Medan yang meminta agar vaksin MR ini tidak diberikan pada anak-anak yang beragama Islam.

“Kita khawatir kalau zat-zat yang terkandung dalam vaksin ini ternyata haram. Jadi anak saya nggak usah divaksin MR lah, sebelum MUI menyatakan bahwa vaksin ini halal,” bebernya. (voshkie)

Berikan Komentar