MUI Tanggapi Pesan Singkat Ajakan Memilih Paslon Pilpres

oleh -346 views

garudaonline, Medan: Pesan singkat melalui seluler (SMS) yang berisi ajakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk mendukung Jokowi – Ma’ruf Amin pada Pilpres mendatang belakangan ini banyak diterima oleh masyarakat.

Pesan SMS itu dikirim dari nomor 08116656010, amun saat dihubungi nomor tersebut tidak aktif. Adapun isi SMS itu berbunyi “MUI mengajak semua ummat bersatu mendukung Jokowi pada pilpres 2019”.

Sekretaris MUI Sumut, Ardiansyah mengatakan pesan singkat yang diterima sejumlah masyarakat itu bukan dari MUI. Sebab secara kelembagaan, MUI Pusat tidak ada mengeluarkan instruksi apapun untuk mendukung paslon pilpres.

“Saya pastikan MUI tidak ada memberi dukungan pada siapapun dan wajib untuk netral. Ini disampaikan secara resmi oleh Sekjend MUI Pusat melalui rapat resmi dan pesan Whatsapp ke seluruh pengurus MUI yang harus diikuti oleh MUI se Indonesia,” ujarnya, Selasa (12/2/2019).

Namun kata Ardiansyah, pihaknya tidak melarang jika ada individu di MUI yang menyatakan dukungan terhadap salah satu paslon secara pribadi.

“Artinya MUI tidak memberikan pembenaran terhadap itu. Kalau ada pernyataan dari si pulan atau si pulan lainnya maka itu adalah pribadi. Jadi isi pesan yang menyebar ke warga itu bukan dari MUI,” ungkapnya.

Dia mengimbau kepada khususnya umat Islam yang menerima isi pesan kebohongan itu untuk melakukan klarifikasi terlebih dahulu sesuai imbauan Al Quran dan Hadist yakni jika ada kabar dari orang fasiq, maka harus bertabayun. Tidak mempercayai berita yang masuk apakah itu berbentuk tulisan, foto atau potongan video dan harus ditanyakan ke pihak yang tepat dan memiliki pengetahuan tentang hal tersebut.

“Kemudian umat juga harus waspada dalam segala bentuk berita kecuali yang sudah diklarifikasi oleh pihak berwenang atau sudah dibahas secara luas di media atau televisi agar tidak terjebak oleh berita hoax atau bohong,” tegasnya.

Terpisah, Ketua Umum MUI Kota Medan, Prof M Hatta juga membantah adanya ajakan yang dikeluarkan MUI untuk memilih salah satu paslon. Sebab MUI tidak ada memberi instruksi atau ajakan untuk mendukung calon mana pun yang kaitannya dengan Pemilu 2019.

“Itu hoax, berita bohong. MUI tetap bersikap independen. Tidak ada instruksi mengatasnamakan lembaga,” tuturnya.

M Hatta juga meminta umat Islam tidak terpengaruh dengan berita hoax tersebut, tapi tetap gunakan pemilu untuk memperkokoh rasa persaudaraan sehingga menghindari dari prasangka fitnah dan hoax.

“Gunakan hak pilih dengan baik jadikan pemilu sebagai kegiatan demokrasi untuk memperkokoh kualitas keumatan kita dengan memilih calon-calon yang juga berkualitas sesuai imbauan Al Quran dan Hadist. Jangan memilih kucing dalam karung, perhatikan jejak rekamnya dan visi misinya,” pungkas Hatta. (Voshkie)

Berikan Komentar