Myanmar Ultimatum Bangladesh Hentikan Bantuan Bagi Etnis Rohingya

oleh -521 views

garudaonline, Jakarta:  Myanmar meminta pemerintah Bangladesh berhenti menyediakan bantuan bagi sedikitnya 6.000 pengungsi Rohingya yang terdampar di antara perbatasan kedua negara.

Permintaan itu diutarakan diplomat tertinggi Myanmar, Kyaw Tint Swe, saat bertemu dengan Menteri Luar Negeri Bangladesh A.H Mahmood Ali di Naypyidaw pada Jumat (10/8) pekan lalu.

“Myanmar secara khusus meminta Bangladesh menghentikan bantuan kemanusiaan bagi orang-orang tersebut [pengungsi Rohingya] dan mengusulkan mengatur pasokan bantuan kemanusiaan dari pihak Myanmar,” bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri Bangladesh tersebut seperti dikutip AFP, Senin (13/8).

Ribuan pengungsi itu lari ke perbatasan sejak krisis kemanusiaan memburuk di negara bagian Rakhine pada Agustus lalu. Namun, mereka dilaporkan menolak masuk ke wilayah Bangladesh.

Hingga saat ini ribuan pengungsi itu tinggal di suatu pulau sempit “tak berpenghuni” di antara perbatasan kedua negara dengan mengandalkan bantuan internasional yang dikirim dari Bangladesh.

Dalam pertemuan itu, Dhaka menyatakan tidak membuat komitmen apa-apa dengan Naypyidaw, tetapi “menanggapi secara positif” usulan Myanmar untuk menyurvei pulau tersebut.

Myanmar terus disorot sejak krisis kemanusiaan di Rakhine kembali memburuk. Hingga kini hampir satu juta pengungsi Rohingya mengungsi di Bangladesh.

Kedua negara berhasil membuat perjanjian kerja sama untuk merepatriasi para pengungsi tersebut secara bertahap pada November lalu dan mulai berlangsung awal tahun ini.

Namun, proses pemulangan tampak tak berjalan karena keengganan para pengungsi Rohingya untuk kembali ke Myanmar dengan alasan keamanan.

Seorang menteri Myanmar bahkan mengancam para pengungsi akan mendapat “konsekuensi” jika tak segera meninggalkan pulau tersebut dan tidak tidak menerima tawaran repatriasi tersebut.

Para pengungsi Rohingya di kamp pengungsian Bangladesh memaparkan mereka akan terus tinggal di sana sampai Myanmar mau menjamin keamanan mereka.

Dil Mohammad, seorang kepala komunitas Rohingya yang tinggal di pulau tak berpenghuni itu, juga mengatakan tekanan dari Myanmar tersebut hanya membuat hidup mereka makin sulit.

“Tidak ada kepastian apakah Myanmar mau secara rutin menyediakan kami makanan dan bantuan kemanusiaan lainnya. Jika Bangladesh menyetop bantuan mereka, kami akan mendapat masalah besar,” papar Mohammad.(cnn/voshkie)

Berikan Komentar