Napi Tanjung Gusta Gunakan Komunikasi Satelit Pasok 100 Kg Narkotika

oleh -348 views

garudaonline, Medan: Badan Narkotika Nasional RI (BNN) dan Bea Cukai Belawan berhasil mengamankan berkisar 100 Kg narkotika yang dikendalikan Ramli, narapidana (napi) Lapas Tanjung Gusta Medan. Ramli merekrut keluarganya untuk menyeludupkan barang haram itu dari Malaysia ke Indonesia.

“Totalnya ada berkisar 100 kilogram narkotika yang disita. Itu dikendalikan oleh satu sindikat yaitu Ramli yang merupakan napi yang menjalani hukuman penjara seumur hidup di Lapas Tanjung Gusta Medan,” kata Deputi Bidang Pemberantasan BNN RI Irjen Pol Arman Depari, Kamis (24/1/2018)

Arman menyebutkan penangkapan pertama dilakukan pada Selasa (15/1/2018) lalu. Saat itu, petugas BNN dan Bea Cukai melakukan patroli bersama di Laut Aceh. Petugas yang telah melakukan penyelidikan lantas menangkap Kapal Motor (KM) Karibia di Perairan Lhoksukon, Aceh Utara.

“Kapal kayu ini memuat sabu-sabu 72 kg dan 10 ribu butir pil ekstasi. Dalam pengungkapan itu, petugas menangkap lima orang tersangka, yaitu Ramli bin Arbi, Saiful Bahri, M. Zubir, M. Zakir, dan Metaliana. Kelima tersangka itu memiliki hubungan keluarga yaitu, orang tua, anak, dan menantu,” jelasnya.

Ketika petugas BNN RI dan Bea Cukai menangkap KM Karibia bermuatan narkotika, ternyata dalam tempo bersamaan, kapal kecil jaringan Ramli cs juga berlayar mengangkut berkisar 25 Kg sabu-sabu. Bahkan, barang haram ini nyaris lolos dari intaian petugas. Sebab 25 Kg sabu-sabu yang diangkut kapal kecil itu telah berada di daratan.

“Jadi, pada saat kita melakukan penangkapan terhadap barang ini ternyata ada lagi yang dikirim secara bersamaan dengan tempo waktu yang tidak terlalu jauh. Saat itu, kita fokus pada tangkapan besar yang dibawa dengan KM Karabia. Padahal ada kapal kecil yang juga berlayar membawa 25 kg narkotika,” sambung Arman.

BNN melakukan pengembangan. Pada Kamis (24/1/2019), seorang tersangka bernama Syaifinur alias Pan ditangkap di Pasar Gruegok, Biruen, Aceh. Dari tangan tersangka, BNN menyita 25 Kg sabu. Barang haram itu disimpan tersangka di dalam mobil dan rumahnya serta akan didisribusikan ke Medan dan wilayah Sumut lainnya.

“Pada penangkapan kedua itu kita mengamankan tersangka Syaifinur alias Pan. Ternyata, Pan telah memindahkan barangnya ke mobil pick up sebanyak 8 bungkus sabu. Kemudian petugas melakukan pengembangan ke rumah Pan yang berada di Muara Batu, Aceh Utara dan ditemukan lagi barang bukti sabu seberat 17 kilogram. Jadi total yang kita amankan adalah 25 kilogram,” ungkap Arman.

Dalam melancarkan aksinya, kata Arman, jaringan Ramli cs menggunakan komunikasi satelit. Sebab sinyal yang ada di laut terutama di perbatasan laut Indonesia dan Malaysia selalu payah sinyal. BNN juga akan mendalami terkait komunikasi yang digunakan Ramli di dalam Lapas.

“Komunikasi satelit ini digunakan jaringan Ramli pada saat hendak menjemput atau mengantar barang haram itu ke laut. Komunikasi satelit tersabut sangat mudah untuk menentukan lokasi transaksi. Banyak cara mereka untuk mengelabui petugas bahkan mereka bisa menggunakan komunikasi di dalam,” bebernya. (dfnorris)

Berikan Komentar