7 Hari Pasca Gempa, Perekonomian dan Lalu Lintas Palu Belum Pulih

oleh -536 views

garudaonline, Jakarta: Seorang pria paruh baya terlihat kecewa usai menghentikan laju sepeda motornya di salah satu bank swasta di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (5/10) siang.

Ia hanya bisa menggelengkan kepala usai mendengar bahwa bank yang ia tuju baru beroperasi kembali pada Senin (8/10) mendatang. Niatnya untuk membayar tagihan kartu kredit yang telah jatuh tempo pada Senin (1/10) pun tak dapat terwujud.

Pria itu lalu balik arah, memacu gasnya meninggalkan bank tersebut. Mungkin pulang seraya berharap tagihan kartu kreditnya tidak dikenakan denda oleh pihak bank.

Situasi Kota Palu pada hari ketujuh (H+7) pascabencana gempa dan tsunami memang belum pulih. Selain sejumlah bank, toko, pusat perbelanjaan, sekolah, dan rumah makan masih terlihat tutup.

Namun begitu, beberapa pasar sudah mulai beroperasi seperti Pasar Manonda di Kecamatan Palu Barat. Sejumlah bahan makanan seperti kentang, tomat, cabai, bawang, telur, hingga ikan asin mulai sudah mulai diperjualbelikan sejak Rabu (3/10).

Menkopolhukam Wiranto mengatakan pemulihan Sulawesi tengah pascabencana gempa dan tsunami harus dilakukan secara pelan-pelan.

Menurutnya, kondisi di sejumlah wilayah telah berangsur-angsur pulih saat ini. Wiranto berkata, hal itu bisa dilihat dari sejumlah ruas jalan yang sudah mulai bisa dilintasi saat ini dan jaringan listrik yang mulai beroperasi kembali.

“Sekarang jalan-jalan utama mulai terang. Sekarang tugas kita adalah menormalisasikan kehidupan di sini, memang kita harus pelan-pelan,” kata Wiranto di Rumah Sakit Wirabuana, Palu Timur, Jumat (5/10).

Menurutnya, pemulihan Sulteng akan lebih cepat lagi setelah semua bantuan datang.

Lalu Lintas Semrawut

Selain masalah perekonomian, lalu lintas di Palu juga masih terlihat berjalan semrawut, sejumlah lampu lalu lintas di sejumlah perlintasan jalan terlihat belum menyala.

Polisi pun terlihat masih membiarkan para pengendara kendaraan bermotor untuk berkendara melanggar aturan lalu lintas seperti tidak menggunakan helm, melawan arus, atau tidak menyalakan lampu sepeda motor di siang hari.

Di sejumlah persimpangan jalan pun tidak terlihat aparat kepolisian yang mengatur arus lalu lintas untuk mencegah kecelakaan atau kemacetan terjadi.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan ketiadaan pakaian dinas menjadi alasan tidak ada polisi lalu lintas yang bertugas di persimpangan jalan di Palu.

Menurutnya, masalah ini telah disampaikan ke Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan anggota polisi lalu lintas di Palu akan segera dikirimkan pakaian dinas.

“Salah satu masalah kenapa anggota lalu lintas tidak bisa ditampilkan di perlintasan karena sebagian besar baju hilang, saya sudah sampaikan ke kapolri dan kami akan segera mengirimkan baju anggota polisi lalu lintas,” kata Dedi.

Menurutnya, anggota polisi lalu lintas tak memiliki alasan untuk tidak mengatur arus lalu lintas di Palu setelah pakaian dinas tersebut dikirimkan. Dia memperkirakan, anggota polisi lalu lintas sudah mulai bertugas pekan depan.

Selain itu, lanjut Dedi, pihaknya juga akan mempertebal kekuatan anggota Brimob Polri untuk ditempatkan di sejumlah perempatan.

Terkait lampu lalu lintas yang masih padam di sejumlah titik, Dedi belum bisa menjawab. Menurutnya, hal tersebut akan dikoordinasikan antara polisi dengan pemerintah daerah.

“Traffic light nanti masih dikoordinasikan oleh direktorat lalu lintas, perhubungan dan pemerintah daerah,” tuturnya.

Selain itu, sejumlah kondisi lain juga memperlihatkan Palu belum pulih seperti jaringan internet yang belum stabil dan transportasi umum yang belum beroperasi. (cnn/voshkie)

Berikan Komentar