Negeri Sembilan Malaysia Haramkan LGBT

oleh -968 views

garudaonline, Malaysia: Negara Bagian Negeri Sembilan, Malaysia tidak mengakui kaum lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) karena bertentangan dengan ajaran Islam sebagai agama resmi negara itu.

“Penolakan juga karena golongan itu bertentangan dengan adat dan budaya masyarakat di negeri dan negara ini, terutama Melayu,” kata Menteri Besar Negeri Sembilan Aminuddin Harun di Seremban, Malaysia Senin.

Ia mengatakan, Negeri Sembilan tidak akan menghalalkan semua gerakan atau tuntutan golongan LGBT di negeri ini.

“Mereka boleh bicara apa saja mengenai pendirian ini, tetapi kita perlu tegas karena budaya masyarakat keseluruhan dan Islam sebagai agama resmi perlu dihormati,” katanya sebagaimana dilansir media Malaysia, Harian Metro, yang dikutip Antara, Selasa (14/8).

Aminuddin mengemukakan itu pada jumpa pers seusai meresmikan Majelis Perjumpaan Ketua dan Sekretaris Masjid bersama Menteri Besar di Seremban, Malaysia.

Menteri di Jabatan Perdana Menteri Datuk Dr Mujahid Yusof Rawa dalam pernyataan memohon maaf dan menarik pernyataan, yang kurang sesuai, saat jumpa pers dengan wakil transgender, Nisha Ayub, Jumat.

Mujahid menyadari pernyataannya menimbulkan kekeliruan di kalangan masyarakat, terutama mengenai penggunaan toilet umum untuk transgender dan beberapa masalah lain.

Dalam jumpa pers pekan lalu, Mujahid menjawab pertanyaan soal apakah menjadi masalah jika kaum transgender menggunakan toilet perempuan. “Seseorang pergi ke toilet karena ada ‘panggilan alam’. Jadi apakah itu mengganggu Anda kemana mereka pergi?” kata Mujahid seperti dilansir situs berita The Star, Senin (13/8).

“Tidak seorang pun akan bertanya jika dia pergi ke toilet perempuan jika dia seperti perempuan,” kata dia seusai pertemuan dengan aktivis transgender Nisha Ayub, Jumat pekan lalu.

Mujahid juga menyatakan hal itu akan dibahas oleh mufti yang akan mengambil keputusan terbaik atas hal tersebut. “Saya minta maaf kepada mereka yang merasa tersinggung dan kebingungan yang disebabkan, dan menarik kembali pernyataan saya yang tidak tepat,” kata Mujahid.

Akibat pernyataannya itu, Mujahid menuai kecaman. Beberapa kalangan menuduh dia tidak menghormati keselamatan perempuan. Sebelumnya, ia meminta masyarakat Malaysia tidak membedakan golongan transgender. (cnn/voshkie)

Berikan Komentar