Ngaku Tak Terlibat Penipuan, Ramadhan Pohan Minta Dirinya di Sumpah Pocong

oleh -656 views

garudaonline – Medan | Wakil Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat, Ramadhan Pohan siap untuk disumpah pocong untuk membuktikan bahwa dirinya tidak terbukti melakukan penipuan terhadap Rotua Hotnida Boru Simanjuntak dan Laurenz Hendry Hamongan Sianipar senilai Rp 15,3 miliar.

“Saya siap sumpah pocong dengan JPU, Linda dan RH Simanjuntak. Jika yang mereka katakan benar adanya, saya siap dilaknat Allah. Begitu juga sebaliknya,” ujar mantan calon Walikota Medan itu saat membacakan pembelaan atau pleidoi di ruang Cakra I, Pengadilan Negeri Medan, Kamis 28 September 2027.

Di hadapan majelis hakim yang diketuai Erintuah Damanik, Ramadhan mengaku merasa dijebak oleh terdakwa Linda Panjaitan, RH Simanjuntak dan Citra Panjaitan (Kepala Cabang Bank Mandiri). Padahal saat Pilkada Medan tahun 2015, Rotua Hotnida Boru Simanjuntak yang merupakan korban penipuan mengatakan suka rela mambantu Ramadhan.

“Pada saat itu dia mengatakan suka rela membantu saya. Dia (korban) bilang mau bantu karena ingin membuat perubahan di Medan. Tapi saya tidak tahu berapa jumlah mereka bantu saya. Ada juga yang bantu saya seperti Pak Burhanuddin tapi tidak ada menuntut karena suka rela,” tambahnya.

Bahkan menurut Ramadhan, dalam persidangkan tidak ada bukti transaksi yang masuk ke rekeningnya. Bahkan saat persidangan JPU menyebut SBY (Ketum Partai Demokrat) akan memberikan uang untuk keperluaan Ramadhan di Pilkada Medan. Namun, JPU tidak memberikan bukti terkait hal tersebut.

“JPU menyebutkan kalau itu sebagai dasar RH Simanjuntak mau memberikan pinjaman uang ke Ramadhan. Terlalu tidak masuk akal kalau pak SBY mengurusi dana kampanye. Tidak ada bukti atau jejek digital juga soal hal itu.  Saya siap dilaknat jika apa yang dikatakan JPU, dan penggugat benar adanya dan berlaku sebaliknya,” kata Ramadhan.

Sebelumnya, Ramadhan Pohan dituntut selama tiga tahun penjara dengan perintah penahanan. Sementara Savita Linda Hora Panjaitan, mantan bendahara pemenangan pasangan calon walikota Medan Ramadhan Pohan-Eddie Kusumah dituntut 1 tahun 6 bulanpenjara. Keduanya dianggap bersalah melakukan tindak pidana penipuan terhadap Rotua Hotnida Boru Simanjuntak dan Laurenz Hendry Hamongan Sianipar senilai Rp 15,3 miliar.

(fidel)

Berikan Komentar