Nikahi Rakyat Biasa, Putri Ayako Rela Lepaskan Gelar

oleh -1.144 views

garudaonline, Jakarta: Putri Kekaisaran Jepang Ayako resmi melepas gelar kerajaan, setelah menikahi kekasihnya Kei Moriya yang bukan berasal dari keluarga bangsawan pada Senin (29/10).

Resepsi pernikahan putri ketiga mendiang Pangeran Takamodo, sepupu dari Kaisar Jepang Akihito itu, digelar secara tradisional di Kuil Meiji, Tokyo.

Ayako menikahi Kei, seorang karyawan perusahaan pelayaran Nippon Yusen, setelah menjalin hubungan selama setahun lebih.

Putri Ayako terlihat memakai kimono istana dengan tatanan rambut khas keluarga kerajaan. Sementara itu, Kei mengenakan setelan tuksedo hitam dengan celana panjang abu-abu.

“Saya merasa sangat bahagia melangsungkan pernikahan saya dan melihat begitu banyak orang yang mengunjungi Kuil Meiji dan mengucapkan selamat kepada kami,” kata Ayako dalam jumpa pers usai melangsungkan upacara pernikahan yang tertutup, seperti dikutip Reuters.

Berdasarkan aturan istana, keluarga kerajaan harus melepaskan gelarnya jika menikahi seseorang di luar keluarga bangsawan. Setelah merampungkan surat pernikahan, perempuan 28 tahun itu resmi dipanggi Ayako Moriya.

Ayako juga tidak diperkenankan tinggal di kompleks kerajaan setelah menikah.

Ayako bukan putri Jepang pertama yang menanggalkan statusnya sebagai keluarga kekaisaran. Pada Mei lalu, sepupu Ayako, Putri Mako, mengumumkan akan menikahi seorang pengacara, Kei Komoro.

Hanya saja pada Februari lalu, keduanya memutuskan menunda pernikahan hingga 2020 mendatang karena alasan kesiapan.

Ayako bukan keturunan langsung dari Kaisar Akihito yang berencana turun dari takhta pada 2019. Karena itu, berita rencana pernikahannya tidak terlalu disorot publik Jepang seperti Putri Mako.

Meski begitu, pernikahan Ayako tetap memicu pertanyaan mengenai masa depan kerajaan tertua di dunia ini.

Pernikahan Ayako hari ini dan Putri Mako nanti dipastikan mempengaruhi jumlah keluarga kerajaan yang terus berkurang menjadi 17 orang saja. Pernikahan keduanya pun dipastikan menambah tugas bagi keluarga kerajaan yang tersisa.

Selama ini, keluarga Kekaisaran Jepang tengah mengalami kekurangan penerus, terutama dari sisi laki-laki. Saat ini hanya ada empat laki-laki pewaris takhta kerajaan yang tersisa.

Keempat penerus itu terdiri dari Putra Mahkota Naruhito, saudaranya yakni Fumihito, serta keponakannya Hisahito dan Masahito. Naruhito akan menggantikan Akihito setelah resmi turun takhta tahun depan.

Sebuah resolusi mengenai aturan pengunduran diri Kaisar pada Juni lalu menyerukan pemerintah agar mulai merundingkan masalah suksesi kerajaan, termasuk usulan mengangkat kembali putri-putri kerajaan yang telah menikahi warga biasa.

Usulan tersebut juga mendorong reformasi aturan kerajaan yang memungkinkan anggota baru berperan dalam tugas kerajaan. (cnn/voshkie)

Berikan Komentar