Nilai Ekspor-Impor Sumut Alami Kenaikan

oleh -944 views

Medan- Nilai ekspor dan impor melalui pelabuhan muat di Sumatera Utara mengalami kenaikan pada Juli 2017. Peningkatan ini terjadi pada berbagai golongan seperti lemak dan bahan kimia serta bahan baku penolong dan bahan konsumsi.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut Syech Suhaimi mengatakan nilai ekspor Sumatera Utara pada Juli 2017 mengalami kenaikan dibanding Juni 2017 yakni dari 632,36,84 juta dolar AS (Amerika Serikat) menjadi 768,61 juta dolar AS atau naik 21,54%.

“Jika dibandingkan dengan Juli 2016, nilai ekspor Sumut mengalami kenaikan 37,55 %,” kata Syech Suhaimi Rabu 6 September 2017.

Dia menyebutkan peningkatan nilai ekspor terbesar pada Juli 2017 terhadap Juni 2017 terjadi pada golongan lemak dan minyak hewan/nabati sebesar 71,81 juta dolar AS(29,21%), diikuti berbagai produk kimia sebesar 21,48 juta dolar AS(38,83), golongan karet dan barang dari karet  sebesar 21,01 juta dolar AS(21,38%).

“Ekspor ke Amerika Serikat pada Juli 2017 yang terbesar yakni  91,72 juta dolar AS, diikuti Tiongkok 88,56 juta dolar AS dan India 74,22 juta dolar AS. Kontribusi ketiganya mencapai 33,11%. Sedangkan ekspor Sumut ke kawasan Asia di luar Asean mencapai 32,39 %. Nilai ekspor ke Jepang dan Pakistan untuk kawasan Asia di luar Asean masing-masing sebesar 35,74 juta dolar AS dan 19,09 juta dolar AS,” urainya.

Sementara itu nilai impor Sumut pada Juli 2017 atas dasar CIF (Cost,insurance dan Freight) sebesar 391,90 juta dolar AS atau naik 31,73% dibanding Juni 2017 mencapai 297,50 juta dolar AS. Dibandingkan dengan bulan sama tahun sebelumnya, maka nilai impor mengalami kenaikan sebesar 47,94%.

“Nilai impor Juli 2017 dibanding impor Juni 2017, barang modal mengalami kenaikan sebesar 53,16%, bahan baku penolong naik  35,56 % dan barang konsumsi  naik 12,60 %,” pungkasnya.

Produk yang mengalami peningkatan nilai impor terbesar yakni golongan ampas/sisa industri makanan sebesar  23,47 %. Sedangkan golongan barang yang mengalami penurunan impor yakni gandung ganduman sebesar 2,17 juta dolar AS(-12,53%).

“Nilai impor dari Tiongkok yang terbesar yakni 87,07 juta dolar AS dengan perannya mencapai 22,22 % dari total impor Sumut diikuti  Singapura sebesar 45,88 juta dolar AS(11,71 %) dan Malaysia sebesar 42,45 juta dolar AS(10,83 %),” bebernya. (Fidel)

Berikan Komentar