Pangdam: Tensi Politik Menghangat di Masa Kampanye

oleh -1.521 views

garudaonline, Medan: TNI-Polri menggelar apel bersama pengamanan Pileg dan Pilpres 2019 di depan Gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan, 24 September 2018. Apel bersama yang diikuti 800 personel ini untuk menciptakan sinergitas dan kekompakan antara TNI-Polri.

Dalam sambutannya, Panglima Kodam (Pangdam) I/Bukit Barisan Mayor Jenderal TNI Mohamad Sabrar Fadhilah menilai sudah wajar situasi menghangat saat memasuki masa kampanye Pileg dan Pilpres dan memang demikian adanya.

“Sama-sama kita ketahui mulai 23 September 2018 secara resmi dinyatakan masa kampanye. Tentu sudah suatu hal yang wajar jika situasi akan menghangat, namun menghangat ini tidak boleh menjadi panas berlebihan yang akan menyebabkan kerusakan,” ujar Pangdam.

Pangdam meminjam istilah yang pernah disampaikan Kapolri Jenderal Tito Karnavian bahwa untuk menghidupkan satu mesin diperlukan pemanasan. Akan tetapi panas yang berlebihan akan menyebabkan over dalam sistematikanya.

“Untuk itu apel bersama ini menunjukkan sinergitas dan solidaritas di antara kita. Karena sekarang hangatnya ini untuk menuju satu proses yang aman dan tertib sesuai aturan. Karena proses ini semua untuk masyarakat kita menentukan pemimpin negara kita ke depan,” urainya.

Pangdam mengingatkan jika hangatnya situasi pemilu tadi bisa memanas jika salah penanganan. Karena itu kekompakan perlu dijalin mulai level ke bawah hingga pimpinan tertinggi.

“Apakah itu polsek dengan danramil, kodim dengan polres dan seterusnya sampai pimpinan kita tertinggi. Banyak upaya yang mengadu domba, tapi tidak perlu khawatir dan saling mncurigai di antara kita. Karena yang harus diyakini TNI Polri harus kompak tidak perlu terpengaruh isu yang memecah belah kita,” kata Pangdam.

Kekompakan antara TNI Polri, kata Pangdam, merupakan hal yang penting. Dua institusi besar yang berperan aktif, tidak menggunakan hak pilihnya adalah TNI Polri. Karena sesuai aturan TNI Polri diminta untuk menjaga seluruhnya berjalan dengan baik.

“Saya yakin kita semua sudah dewasa, pilpres bukan sekali ini kita alami, sehingga jangan sampai terulang hal hal tidak baik di masa lalu. Saya juga ingin sampaikan pesan Panglima TNI salam hormat dan rasa sayang kepada kita semua terkait yang sudah kita lakukan dan diakui keberhasilannya,” pungkasnya.

Salah satunya, lanjut Pangdam, keberhasilan pelaksanaan Asian Games yang berjalan dengan baik tanpa cacat dan diapresiasi seluruh negara, penanganan korban di Lombok dilakukan bersama-sama yang hasilnya lebih baik.

“Tentu bersama-sama ini bukan berarti mengambil alih tugas masing-masing, tapi mensinergikan. Ke depan prsoalan tidak akan semakin mudah akan banyak hal-hal yang harus disinergikan. TNI Polri tak boleh terpecah. Persoalan selalu ada, tetapi ada jalan keluar dan bisa diselesaikan dengan baik,” tegas Pangdam.

Sementara itu, Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto dalam sambutannya menyebutkan Polda Sumut siap melaksanakan kegiatan pengamanan tahapan Pileg dan Pilpres. Sebab hal ini adalah bentuk sinergitas mengamankan wilayah Sumatera Utara.

“Ada berbagai pihak berusaha memecah belah terutama kaitannya dengan tahanan pemilu yang sedang berlangsung, hendaknya dijalin komunikasi yang baik dari tingkat paling bawah hingga atas. Sinergitas TNI Polri merupakan landasan utama bagi berlangsungnya NKRI,” ungkap Kapolda (voshkie)

Berikan Komentar