Panglima dan Kapolri Beri Pengarahan kepada Personel TNI-Polri se-Sumut di Medan

oleh -1.168 views
Kapolri Jenderal Tito Karnavian memberi pengarahan kepada personel TNI-Polri se-Sumatera Utara di Hotel Santika Dyandra, Medan, Kamis (19/4/2018) malam.

garudaonline – Medan | Panglima Tentara Nasional Indonesia (Panglima TNI) Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian memberi pengarahan kepada personel TNI-Polri se-Sumatera Utara di Hotel Santika Dyandra, Medan, Kamis (19/4/2018) malam.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Pangdam l/BB Mayjen TNI Ibnu Triwidodo, Kapoldasu Irjen Pol Drs Paulus Waterpauw, Pangkosek Hasudnas III Marsma TNI Tri Bowo Budi Santoso, Kasdam I/BB Brigjen TNI Teuku Benny Firmansyah dan Wakapoldasu Brigjen Pol Agus Andrianto.

Tampak pula Danlanud Soewondo Kolonel PNB Daan Sulfi, Irwasda Poldasu, para PJU Poldasu, Kapolres/tabes sejajaran Poldasu serta para personel gabungan TNI-Polri, Perwira, Bintara, Tamtama sebanyak 3.500 orang. Sedangkan khusus jumlah Polri hadir sebanyak 1.000 orang.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dalam arahan menyampaikan beberapa hal penting agar menjadi perhatian para personel TNI-Polri di Sumatera Utara.

Pertama, Panglima meminta kepada setiap personel untuk menjaga kepercayaan rakyat kepada TNI-Polri, jangan sampai dirusak oleh oknum tidak bertanggungjawab.

Menurut Panglima, salah satu kegiatan yang dapat menurunkan kepercayaan masyarakat yaitu kegiatan pelanggaran disiplin.

Panglima mengharapkan agar seluruh personel TNI-Polri di Sumatera Utara melakukan deteksi dini dan pencegahan secara dini terhadap keamanan negara.

“TNI-Polri sebagai aparat negara harus berdiri tegak di atas semua golongan dan harus mampu menjadi perekat kemajemukan dengan tulus dan ikhlas tidak mudah menyerah,” ujar Panglima.

Hal selanjutnya yang disampaikan Panglima adalah meminta agar pimpinan dapat dekat dan menyatu dengan anak buahnya.

“Jaga dan pelihara soliditas dan solidaritas TNI Polri, sehingga terjalin hubungan baik antar individu. Laksanakan tugas dengan baik, semoga yang saya sampaikan dapat dipedomani.

Sementara itu Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dalam rangka meningkatkan solidaritas antara TNI-Polri.

Menurutnya, soliditas dan solidaritas TNI-Polri penting dilakukan karena itu adalah pilar utama keutuhan NKRI.

“Kita semua adalah bagian dari itu,” ujar Kapolri.

Dikatakan, setiap individu di setiap organisasi mempunyai peran yang sama. Indonesia adalah suatu negara dan harus ditopang bersama agar Indonesia tetap berdiri.

“Karena itu kita harus peduli. Kita harus memahami Indonesia ini walaupun kita tidak berpolitik, tapi kita harus tahu politik di Indonesia ini untuk tetap menjaga keutuhan negara.”

“Saat ini kita menghadapi situasi non liberalisasi karena instrumen militer akan dapat berubah mungkin tidak lagi dengan perang fisik tetapi dengan digitalisasi, karena pertarungan utama sekarang adalah pertarungan ekonomi,” kata Kapolri.

Pimpinan tertinggi dalam organisasi Polri ini mengatakan bahwa cyber media bisa memecah belah bangsa, seperti yang terjadi di Suriah.

“Kita di Indonesia cyber media ini sangat luar biasa, kalau kita tidak memahami itu kita jadi ikut menyebarkan informasi hoax,” pungkasnya.

“Melakukan inovasi dengan kemampuan cyber seperti meningkatkan sektor energi, banking system, memiliki kesatuan komando, karena itu kita harus menanamkan NKRI harga mati,” sambungnya.

“Kekuasaan ada di tangan rakyat, karena itu kita harus dipercaya oleh masyarakat,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Kapolri menyampaikan bahwa hasil suvei menunjukkan bahwa 3 lembaga dipercayain publik adalah, 1. TNI, 2 KPK dan yang ke-3 Polri.

“Artinya TNI-Polri dipercayakan oleh masyarakat untuk menajaga NKRI, karena itu kita haru menjaga soliditas TNI-Polri,” tegasnya.

Syarat negara menjadi dominan menurut Kapolri adalah populasi yang besar, SDA yang berlimpah, wilayah yang sangat besar; karena itu Indonesia masuk di kreteria negara yang dominan, tetapi mempunyai syarat pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen, stabilitas politik dan keamanan.

“Politik adalah pertarungan kekuasaan, kekuasaan cenderung untuk menyimpang, sekali dia menyimpang dia akan kehilangan kepercayaan publik karena itu kita harus tetap menjaga kepercayaan publik,” ujarnya.

Disampaikan, sistem politik yang sudah berjalan biarkan berjalan, TNI-Polri harus tetap menjaga netralitas karena netralitas adalah salah satu hal yang besar untuk mendapatkan kepercayaan publik.

“Harapan masyarakat sangat besar kepada TNI-Polri untuk menjaga stabilitas keamanan di Indonesia. Tolong dijaga sinergitas antara TNI-Polri untuk benar-benar dilaksanakan,” imbuh Kapolri.

(iwan)

Berikan Komentar