Panglima TNI dan Kapolri Gelar Tatap Muka dengan Sejumlah Tokoh di Biak

oleh -65 views
Kapolri Jenderal Pol Prof. H. M. Tito Karnavian., Ph.D bersama Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto S.I.P menggelar tatap muka dengan sejumlah tokoh di Biak

garudaonline – Biak | Pukul 11.50 WIT dengan menggunakan pesawat Boeing 737 TNI AU, Kapolri Jenderal Pol Prof. H. M. Tito Karnavian., Ph.D bersama Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto S.I.P., tiba di Lanud Manuhua Biak Numfor, Papua.

Sebelumnya rombongan berangkat dari Jakarta pada Senin malam (26/08/2019) dan transit di Makassar sebelum melanjutkan perjalanan.

Dalam kegiatan tersebut Kapolri di dampingi pejabat Utama Mabes Polri, antara lain Kabaharkam Polri Komjen Pol Drs. Condro Kirono, M.M., M.Hum., Kabaintelkam Polri Komjen Pol Drs. Agung Budi Maryoto, As Ops Kapolri Irjen Pol. Drs. Martuani Sormin, M.Si, Kadiv Humas Polri Irjen Pol M. Iqbal, S.I.K dan Karo Provost Div Propam Polri Brigjen Pol Drs. Hendro Pandowo, M,Si. Dan Koorspripim Polri Kombes Ferdy Sambo.

Sedangkan pejabat TNI yang mendampingi Panglima TNI, yaitu As Ops Panglima TNI Mayjen TNI Ganip Warsito, S.E., M.M, As Log Panglima TNI Marsda TNI Kukuh Sudibyanto, Aster Panglima TNI Mayjen TNI George Elnadus Supit, S.Sos, Danjen Kopassus Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, S.E., M.Tr dan Pangdivif 3 Kostrad Mayor Jenderal TNI Achmad Marzuki.

Setibanya di Lanud rombongan disambut oleh Forkopimda Kabupaten Biak. Pada kesemapatan itu Panglima TNI dan Kapolri menerima pengalungan tas Noken dari tokoh adat setempat.

Rombongan kemudian menuju ruang VIP Lanud Manuhua untuk menggelar tatap muka dengan tokoh agama, tokoh Pemuda/i, tokoh adat, tokoh masyarakat dan mahasiswa di wilayah Kabupaten Biak Numfor dan Kabupaten Supiori.

Turut hadir Bupati Biak Numfor Bapak Herry Ario Naap, S.Si., M.Pd dan Bupati Kabupaten Supiori Bapak Jules F Warikar beserta Forkopimd plus lainnya. Kegiatan tersebut dihadiri oleh 42 perwakilan dari masing-masing tokoh.

Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia raya dilanjutkan doa. Acara di buka oleh sambutan selamat datang oleh Bupati Biak Numfor.

Dalam sambutanya beliau menyampaikan bahwa ucapan selamat datang kepada rombongan dan ini merupakan anugrah dari Tuhan Yang Maha Esa atas kesedian Bapak Panglima TNI dan Kapolri hadir di Biak.

“Masyarakat Biak merupakan masyarakat yang menerima keanekaragaman, masyarakat Biak tidak terprovokasi dengan kejadian yang terjadi di Surabaya dan berkomitmen menjaga keamanan di wilayah Biak, tutur Bupati Biak.

Kemudian dalam arahanya Kapolri menyampaikan bahwa, ” Papua bukan sesuatu yang baru, saya suka dengan pantai Biak potensi alam yang luar biasa, di pantai Biak banyak gua gua di bawah pantai yang tidak di temukan di tempat lain.

Modal dasar bagi saya bukan dari alamnya tapi dari keamanannya sehingga keamanan merupakan modal terpenting saat ini.

Perhatian bapak presiden sangat besar terhadap masyarakat Papua, istri pak Jokowi Ibu Iriana diambil dari nama Irian Jaya.

Tanpa menjelekkan pimpinan terdahulu hanya pak Jokowi yang datang ke provinsi ini 7 kali dalam setahun. Beliau ingin menggenjot pembangunan di Papua.

Anggaran pembangunan yang diberikan pemerintah pusat untuk papua sangat besar dibandingankan dengan provinsi lain.

Berkaitan dengan peristiwa di Surabaya kemarin itu merupakan bukan mewakili masyarakat secara keseluruhan.

Kalau ada kata kata yang tidak pantas itu pun tidak mewakili, Gubernur Jawa Timur menyampaikan permohonan maaf bahwa kejadian kemarin bukan merupakan mewakili masyarakat Surabaya, tegas kapolri.

Selanjutnya Panglima TNI menyampaikan bahwa “tujuan kami datang kesini ingin meminta masukan kepada bapak dan ibu. Papua perlu penangan khusus oleh sebab itu akan mempengaruhi terhadap pengambilan putusan pimpinan” tutup Panglima TNI.

Dalam sesi diskusi dan tanya jawab yang diwakili oleh Bapak Yosef Korwa selaku perwakilan ketua masyarat adat asli papua, mengutuk keras perilaku rasisme yang terjadi di Surabaya.

Atas nama masyarakat adat Papua kami meminta oknum tersebut harus bertanggung jawab dan di proses secara hukum.

Yang kedua kami meminta hak tanah ulayat kami. Yang ketiga kami meminta jatah untuk putra putri terbaik Papua bisa lolos menjadi Akabri.

Dalam kesempatan tersebut Kapolri menjawab bahwa, untuk setiap pelanggaran hukum akan kami pastikan di proses secara profesional, sampai saat ini Polri masih berusaha untuk menyelesaikan permasalah isu rasisme tersebut.

Bahkan Ibu khofifah selaku Gubernur Jawa Timur menegaskan bahwa ucapan tersebut tidak mewakili masyarakat Jawa Timur pada umumnya dan beliau meminta maaf atas kejadian tersebut.

Kemudian terkait hak ulayat tanah Panglima akan mencoba berkomunikasi dengan kementrian terkait.

Untuk permintaan putra putri asli papua masuk Akabri saya akan menunjuk Danrem setempat untuk menjaring potensi putra putri Papua sehingga mereka siap berkompitisi dan mampu memenuhi kualifikasi penerimaan.

Kegiatan selesai ditutup dengan menyanyikan lagu Bagimu Negeri, sebelum rombongan bertolak menuju menuju Jayapura.

(rel/g.01)

Berikan Komentar