Pasokan Langka, Harga Gas Melon di Medan Tinggi

oleh -732 views

garudaonline – Medan | Warga Kota Medan, Sumatera Utara mengeluhkan harga gas elpiji 3 kg yang dijual di kios-kios eceran. Pasalnya gas dijual jauh dari harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp16.000 lantaran pasokan yang diterima pedagang saat ini langka.

Puput warga Medan Tembung mengaku harga gas elpiji 3 kg yang dibelinya dari pedagang eceran saat ini Rp25.000. Padahal biasanya harga gas yang dibelinya hanya berkisar Rp20.000 pertabung gas.

“Terpaksa saya beli biarpun harganya naik tinggi. Karena sudah keliling ke mana-mana gas lagi kosong,” ucap Puput, Senin 9 Oktober 2017.

Penuturan yang sama juga diungkapkan Desi warga Jalan Medan Halat mengeluhkan pasokan gas melon. Meski sudah berkeliling ke kios-kios eceran dan pangkalan namun gas 3 kg kosong.

“Saya sudah keliling empat kios. Tapi kata pedagang, gas melon lagi kosong. Saya bingung mau nyari di mana lagi. Sudah lima hari nggak masuk. Kalau nggak ada gas, gimana mau memasak?,” ungkap Desi.

Bahkan kondisi ini, lanjut Desi menyebabkan beberapa ibu rumah tangga di kawasan Jalan Medan Halat terpaksa membeli lauk di warung. Pasalnya mereka tak tahu lagi mencari gas elpiji 3 kg.

“Tadi di pajak juga sepi. Ibu-ibu males belanja, karena nggak ada gas. Pada beli lauk di warung nasi. Kalau sudah langka begini, berapa pun harganya dibayar orang, dari pada tidak bisa memasak,” pungkasnya.

Sementara itu, Nina warga Kota Medan lainnya juga mengeluhkan langkanya pasokan gas. Ia terpaksa membeli gas elpiji 5 kg agar bisa memasak di rumah.

“Capek nyarinya, saya keliling hanya untuk nyari gas elpiji 3 kg, tapi pasokannya kosong. Akhirnya beli gas elpiji yang 5 kg demi dapur mengepul,” urainya.

Terpisah, Ros salah seorang pedagang eceran gas elpiji 3 kg di Medan Tembung mengaku pasokan gas sudah sepekan lebih kosong. Wanita ini pun tidak mengetahui penyebab kosongnya gas elpiji 3 kg.

“Sudah lama nggak masuk gas melon. Biasanya saya jual Rp19.000 pertabung gas. Saya juga nggak tahu kenapa langka. Karena kosong pasokannya, saya terpaksa pakai gas elpiji 5 kg untuk memasak di rumah,” bebernya.

(fidel)

Berikan Komentar