Peduli Sesama, Rajamin Sirait Bawa Balita Penderita Gizi Buruk ke Rumah Sakit

oleh -366 views
Tokoh masyarakat Sumut Rajamin Sirait, S.E saat mengunjungi kediaman bocah penderita gizi buruk

garudaonline – Medan | Cinta Kasih, warga Pasar 1, Kelurahan Cinta Dame, Kecamatan Helvetia Medan, hanya bisa terbaring lemah di RS Bhayangkara Medan.

Bayi berusia enam bulan ini akhirnya mendapat penanganan medis akibat kondisi kesehatannya kian memburuk.

Keterbatasan ekonomi membuat keluarga urung membawa Cinta berobat ke rumah sakit. Padahal bayi malang ini mengalami gizi buruk.

Kondisi kesehatannya kian parah sejak empat hari terakhir disebabkan diare dan dehidrasi yang juga dialaminya.

Tokoh masyarakat Sumut Rajamin Sirait, S.E yang mendapat informasi terkait kondisi Cinta, langsung mengunjungi bayi mungil ini di kediamannya. Anak bungsu dari enam bersaudara tersebut langsung dibawa Rajamin ke rumah sakit.

“Begitu mendengar kabar ini, saya langsung datang untuk melihat kondisi anak ini. Terus saya hubungi Kabid Dokkes dan atas atensi Kapolda Sumut, Cinta langsung dirujuk ke RS Bhayangkara,” ucap Rajamin.

Cinta selama ini hanya dirawat oleh abang dan kakaknya yang juga masih kecil. Cinta dan saudaranya tak pernah mendapatkan kasih sayang dari orangtuanya. Mereka pun terpaksa tinggal di rumah opungnya.

“Kalau ibu mereka sudah lama pergi meninggalkan mereka. Sedangkan ayahnya hanya bekerja sebagai sopir angkot. Jadi selama ini, Cinta hanya dirawat oleh kakak dan abangnya yang masih kecil. Padahal mereka butuh kasih sayang orangtua,” ujar Rajamin.

Selain memberikan dukungan moril dan materil kepada keluarga kurang mampu tersebut, Rajamin mengaku juga telah berkordinasi dengan Walikota Medan Dzulmi Eldin.

“Bagaimana mungkin masih ada warga yang tidak mampu yang membutuhkan pertolongan luput dari perhatian kita. Makanya saya juga telah ¬†berkordinasi dengan Walikota Medan. Dan Pak Walikota juga telah memerintahkan camat agar memperhatikan anak itu,” jelas Rajamin.

Rajamin berharap tidak ada lagi keluarga kurang mampu yang terabaikan dan tidak mendapat perawatan lantaran keterbatasan ekonomi. Sebab setiap masyarakat wajib mendapatkan hak atas layanan kesehatan yang memadai tanpa adanya diskriminasi.

“Warga miskin berhak mendapat pelayanan kesehatan. Kita tidak ingin ada lagi kejadian serupa. Makanya anak ini langsung dibawa ke rumah sakit. Saya juga apresiasi Pak Kapolda dan Pak Walikota yang atensi atas masalah ini. Cinta kini sudah dirawat di rumah sakit. Keluarga tidak perlu memikirkan biaya perawatannya, yang penting anak ini bisa sehat,” tegas Rajamin.

(voshkie)

Berikan Komentar