Pekerja Ramaikan Gedung Andromeda, Lipat Jutaan Surat Suara Caleg

oleh -129 views

garudaonline, Medan: Pelipatan surat suara untuk kebutuhan pemilu 2019 telah dimulai. Tampak ratusan orang telah memadati Gedung Andromeda eks Bandara Polonia, Kota Medan.

Para pekerja pelipat kertas suara tersebut datang sejak pagi dan langsung mengambil tempat dan duduk berkelompok. Mereka menunggu surat suara yang akan disortir dan dilipat, Selasa (5/3).

Sebelum masuk ke dalam gedung mereka harus melewati serangkaian pemeriksaan. Mulai dari pos masuk ke kawasan eks Bandara Polonia hingga sebelum masuk ke pintu ruangan.

“Kita periksa dulu yah bu barang bawaannya,” ujar seorang Polisi Wanita (Polwan) Polrestabes Medan yang sudah berbaris untuk menggeledah para pelipat surat suara.

Para pekerja memang dilarang membawa tas ke dalam area lipat sortir. Apalagi barang-barang seperti gunting, pisau, korek, rokok dan telepon genggam.

Di dalam sudah tersedia 25 lapak pelipat dengan alas triplek yang dinomori. Nantinya lapak itu akan ditempati 10 pekerja lipat sortir.

Total surat suara yang akan mereka sortir dan lipat sebanyak 4.945.906 lembar. Terdiri dari 1.646.968 lembar DPR RI, 1.646.968 lembar DPRD Provinsi dan 1.651.970 untuk DPRD Kota Medan.

“Ini adalah hari pertama pelipatan akan dimuai dari DPR RI terlebih dahulu. Lalu dilanjutkan dengan tingkat provinsi dan Kota Medan. Nanti jika surat DPD RI  dan Capres sudah sampai akan kita lanjutkan,” kata Ketua KPU Kota Medan Agussyah Damanik.

KPU menarget pengerjaan sortir dan lipat surat suara Calon Legislatif bisa rampung dalam dua minggu ke depan. Sebelum hari pelipatan, mereka sudah merekrut para pekerja dari sejumlah kecamatan di Kota Medan.

Para pekerja juga sudah mengikuti bimbingan teknis cara sortir dan lipat. Apalagi dari 250 pekerja sebagian besar sudah berpengalaman saat melipat surat suara Pilkada serentak tahun lalu.

“Jadi surat suara itu harus diidentifikasi terlebih dahulu. Kategori rusak adalah kusut, ada bercak tinta yang tercecer mengenai nomor urut, tidak terbaca tulisannya, Sobek berlubang hingga terdapat flek hitam,” terangnya.

Setiap harinya, mereka akan mulai sortir lipat pada pukul 08.00 WIB setelah melewati serangkaian prosedur. Pekerjaan harus selesai pada pukul 16.00 WIB.

Per harinya, setiap pekerja akan mengerjakan 1.500 lembar. Artinya, setiap pekerja bisa mendapat upah Rp150 ribu per hari.

Nadya, 19 warga Kelurahan Brayan ikut menjadi salah satu pekerja. Dia mengetahui informasi perekrutan dari teman-temannya.

“Memang kemauan sendiri. Baru tamat sekolah masih belum dapat kerja. Jadi  ikut melipat di sini,” ujarnya.

Nadya mengatakan, upah yang didapatnya akan ditabung. Selain untuk uang jajan dia berniat membeli telepon selular.

“Kalau upahnya kan belum tahu. Tapi memang rencananya duitnya untuk beli handphone,” ujarnya. (Voshkie)

Berikan Komentar