Pelaku Pembunuhan di Buntu Pane Asahan Ditangkap di Riau, Ini Fakta-faktanya

oleh -637 views
Kapolres Asahan AKBP Faisal F Napitupulu, S.I.K., M.H (kiri) merilis tersangka dan barang bukti kasus pembunuhan di di Dusun XI, Desa Buntu Pane, Kecamatan Buntu Pane, Kabupaten Asahan.

garudaonline – Asahan | Personel Unit Jatanras Satreskrim Polres Asahan hanya dalam waktu 4 hari berhasil mengungkap kasus pembunuhan sadis yang terjadi di Dusun XI, Desa Buntu Pane, Kecamatan Buntu Pane, Kabupaten Asahan.

Dalam pengungkapan tersebut, polisi menangkap dua orang pelaku terdiri dari satu orang laki-laki dan seorang perempuan. Mereka ditangkap dari tempat persembunyiannya di Kabupaten Rokan Hulu, Riau pada Jumat, 7 Desember 2018.

Dalam penangkapan tersebut, polisi terpaksa menembak kaki salah seorang pelaku karena berusaha melakukan perlawanan.

“Pelaku yang kita berikan tindakan tegas adalah, MS (35), sedangkan temannya yang wanita S,” kata Kapolres Asahan AKBP Faisal F Napitupulu, S.I.K., M.H, Sabtu, 8 Desember 2018.

Faisal mengungkap fakta bahwa S adalah istri dari korban. Ia ditangkap karena membantu melakukan pembunuhan dan melarikan barang milik korban atau suaminya.

“Motif kasus pembunuhan ini akibat cinta segitiga, dimana S (istri korban) selingkuh dengan MS (pelaku). Senin, 3 Desember 2018, korban mengetahui istrinya ada di rumah kontrakan pelaku di Dusun XI, Desa Aek Polan Desa Buntu Pane, Kecamatan Buntu Pane.”

“Setelah itu bersama anaknya Novi, korban mendatangi rumah kontrakan pelaku untuk menjemput istrinya. Setibanya di sana, korban dan pelaku terlibat cekcok dan berkelahi,” ungkap Faisal.

Dalam perkelahian tersebut, anak korban melihat pelaku memukul kepala bapaknya dengan senjata tajam. Korban kemudian berusaha melarikan diri dan keluar dari rumah.

Namun pelaku terus mengejar korban sehingga korban terjatuh dan masuk ke dalam parit. Di saat itulah pelaku menikam tubuh korban berkali-kali hingga tewas di lokasi kejadian.

“Setelah membunuh korban, pelaku ini sempat mengejar Novi, anak korban sambil mengancam akan membunuhnya. Namun Novi berhasil melarikan diri,” papar Faisal.

Usai menghabisi nyawa korban, pelaku bersama istri korban lalu mengambil sepeda motor milik korban dan membawanya pergi.

“Istri korban juga ditetapkan sebagai tersangka karena turut membantu tersangka dan melarikan barang milik korban. Keduanya kita dipersangkakan dengan Pasal 340 Subs Pasal 339 KUHP Pidana dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup,” pungkas Faisal.

(g.01)

Berikan Komentar