Pelindo Datangkan 3 Set Crane Jumbo ke Inalum

oleh -397 views

garudaonline, Medan: Tiga set crane berukuran jumbo tampak berbaris di Pelabuhan Kuala Tanjung. Alat pemindah material tersebut didatangkan PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) untuk menambah infrastruktur bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Kuala Tanjung, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara.

Menurut Direktur Keuangan PT Prima Multi Terminal (PMT), Moedi Utomo, mulai Rabu (12/12) , tiga set Container Crane buatan Konecranes Finlandia OY, telah terpasang di dermaga terminal multipurpose Pelabuhan Kuala Tanjung.

“Pelindo 1 mendatangkan tiga Container Crane baru untuk meningkatkan layanan kepada pengguna jasa kepelabuhanan,” ujarnya di sela-sela peninjauan crane di Pelabuhan Kuala Tanjung, Kamis (13/12).

Tuas raksasa yang masing-masing memiliki kapasitas 45 ton ini, jelas Moedi, menggunakan tenaga listrik sebagai energinya.

Container Crane yang tiap lengannya mampu mengangkat kontainer berukuran 20 feet, 40 feet hingga 45 feet tersebut akan beroperasi penuh mulai awal 2019.

Sepanjang November lalu, lanjutnya, Pelindo 1 sudah melakukan ujicoba pengoperasian crane dan pada tahap awal diproyeksikan bisa melayani hingga 600 kontainer ekspor setiap minggu.

Bahkan sudah ada beberapa perusahaan ternama yang berkomitmen menggunakan layanannya, seperti Unilever, Wilmar, serta P&G.

“Mereka telah berkomitmen melakukan ekspor dengan tujuan ke China, India dan negara-negara di Asia melalui Pelabuhan Kuala Tanjung,” kata Moedi.

Pengadaan ketiga set crane ini, tambahnya, juga merupakan wujud komitmen Pelindo 1 untuk terus meningkatkan layanan kepada pengguna jasa agar dapat meningkatkan kecepatan proses bongkar muat.

Guna mendukung kelancaran dan kecepatan kegiatan bongkar muat, Kuala Tanjung Multipurpose Terminal (KTMT) memiliki dermaga seluas 500 m x 60 m.

Dermaga juga dilengkapi trestle sepanjang 2,8 km untuk empat jalur truk selebar 18,5 m serta rak pipa 4 line x 8 inch.

Di samping itu, KTMT juga didukung berbagai sarana dan prasarana infrastruktur bongkar muat modern dan canggih lainnya.

Yakni 3 unit Ship to Shore (STS) Crane, 8 unit Automated Rubber Tyred Gantry (ARTG) Crane, 21 unit truck terminal dan 2 unit MHC serta Terminal Operating System (TOS) peti kemas maupun curah cair.

Pelindo 1 pun telah mengantongi izin pengoperasian Dermaga Multipurpose Pelabuhan Kuala Tanjung dari Dirjen Perhubungan Laut dan Kepala KSOP Pelabuhan Kuala Tanjung.

Corporate Secretary PT Pelindo, Muhammad Eriansyah memaparkan, saat ini pengembangan tahap I Pelabuhan Kuala Tanjung, berupa pembangunan Terminal Multipurpose berkapasitas 600 ribu TEUs, tengah memasuki persiapan akhir.

Setelah itu, Kuala Tanjung siap beroperasi melayani arus keluar masuk barang ke seluruh Indonesia dan luar negeri di bawah kelolaan PT Prima Multi Terminal.

PMT sendiri adalah perusahaan patungan tiga BUMN, yakni Pelindo 1, PT Pembangunan Perumahan dan PT Waskita Karya.

Setelah resmi beroperasi mulai Februari 2019, lanjut Ery, Pelabuhan Kuala Tanjung diproyeksikan menjadi hub internasional dan simpul logistik nasional.

Pelabuhan ini akan mampu menangkap potensi pasar pelayaran di Perairan Selat Malaka yang mencapai 100 juta TEUs per tahun.

“Kami berharap pengoperasian Pelabuhan Kuala Tanjung dapat segera terlaksana sehingga mampu mewujudkan pembangunan ekonomi daerah sesuai program nawacita Pemerintah sekaligus menekan biaya logistik di Indonesia,” demikian Ery. (dfnorris)

Berikan Komentar