Pembebasan Abu Bakar Ba’asyir Diimbau Manfaatkan Penanggulangan Terorisme

oleh -291 views

garudaonline, Jakarta: Koordinator kuasa hukum terpidana terorisme Abu Bakar Ba’asyir, Achmad Michdan menyarankan pemerintah memanfaatkan kliennya untuk bisa aktif dalam upaya penanggulangan terorisme. Michdan menilai Abu Bakar Ba’asyir memiliki kompetensi untuk hal tersebut.

“Konteksnya sekarang kan kaitan dengan pilpres sekarang bicara soal terorisme juga. Kenapa tidak dimanfaatkan untuk menanggulangi terorisme,” ucap Michdan, Sabtu (19/1).

Kompetensi penanggulangan terorisme jika menggunakan Ba’asyir, kata Michdan, tak diragukan jika dilihat dari kapastisanya. Apalagi Ba’asyir dinilai jauh lebih senior dari pemimpin Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) Abu Bakr Al- Baghdadi.

“Dialah salah satu orang yang dapat dimintai pendapat soal terorisme seperti apa, karena dia punya keahlian juga kan. Nah itu di-compare dengan beberapa pendapat ulama ulama lain,” kata dia.

Ba’asyir juga dinilai dapat memberi pemahaman terkait ekstremisme. Menurutnya, Ba’asyir dapat menjelaskan perbedaan antara ekstremis dan teroris. Ini menurutnya penting sehingga dapat menghilangkan anggapan orang Islam yang ekstremis dianggap teroris.

“Ada persoalan mendasar yang sekarang sudah marak. Yaitu soal keagamaan. Dan saya sebagai seorang pengacara yang muslim juga tidak bisa terima kalau seolah-olah ekstremis dari Islam itu adalah teroris. Nah ini bisa dijernihkan,” ujarnya.

Selain itu Michdan mengatakan kliennya tetap akan melakukan kegiatan dakwahnya setelah bebas. Dirinya juga bakal tetap menerima tamu yang meminta nasihat kepada Ba’asyir.

“Oh iya, beliau kan sebagai pendakwah, tentu banyak yang akan datang ke rumahnya. Enggak mungkin ditolak,” kata Michdan.

Hanya saja, kata Michdan, Ba’asyir harus tetap membatasi tamu yang mengunjunginya. Selain faktor kesehatan, pembatasan tamu juga untuk mencegah orang-orang yang memiliki maksud lain terhadap Ba’asyir.

“Jangan sampai ada yang masuk, bukan minta nasihat tapi sebetulnya punya program-program lain yang menjebak. Itu juga harus kita seleksi,” tuturnya.

Sebelumnya, Jokowi mengutus Yusril untuk membebaskan terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba’asyir ke Lapas Gunung Sindur, Bogor pada Jumat (18/1). Alasan kemanusiaan jadi alasan utama Jokowi membebaskam Ba’asyir.

Selain itu, Yusril memastikan Ba’asyir sudah menjalani 2/3 masa tahanan dari putusan 15 tahun penjara pada 2011 karena terbukti menjadi perencana dan penyandang dana pelatihan kelompok bersenjata di pegunungan Jantho, Aceh, pada 2010. Perlu diketahui, sejak ditahan 2011 lalu, Ba’asyir sudah menjalani masa tahanan selama delapan tahun. (CNN/voshkie)

Berikan Komentar