Pemerintah Karo Turunkan Mobil Pembersih Angkut Debu Erupsi Sinabung

oleh -78 views

garudaonline, Karo: Debu vulkanik erupsi gunung Sinabung yang meletus Minggu petang tampak menyelimuti badan jalan.

Pemerintah Kabupaten Karo telah mengerahkan sejumlah mobil pembersih untuk menyingkirkan debu vulkanik agar tak mengganggu aktivitas masyarakat.

“Debu vulkanik erupsi gunung Sinabung yang banyak menempel di sebagian badan jalan Kota Kabanjahe disemprot dengan menggunakan mobil pembersih,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Karo, Natanail Perangin-angin, dihubungi dari Medan, Minggu (10/6) malam.

Menurutnya, kotoran debu yang dihasilkan erupsi Sinabung harus secepatnya dibersihkan karena mengganggu kenyamanan di jalan raya dan juga mobil maupun motor yang tengah melintas.

Ia menyebutkan, Pemkab Karo juga membagi-bagikan masker kepada masyarakat maupun pengendara sepeda motor di jalan raya agar terbebas dari pengaruh debu erupsi Sinabung.

“Sebab debu erupsi Sinabung dapat menimbulkan gangguan kesehatan bagi warga setempat, dan hal itu harus dihindari,” ucap dia.

Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, pada Minggu (9/6) sekira pukul 16.28 WIB kembali erupsi dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 7.000 meter di atas puncak atau kurang lebih 9.460 meter di atas permukaan laut.

Keterangan itu disampaikan oleh Pos Pengamatan Gunungapi Sinabung Badan Geologi dan PVMBG Pos Pengamatan Gunungapi Sinabung dalam rilisnya menyebutkan bahwa kolom abu teramati berwarna hitam dengan intensitas tebal condong ke arah selatan.

Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 120 mm dan durasi kurang lebih 9 menit 17 detik.

Terjadi awan panas ke arah tenggara 3,5 km dan selatan 3 km serta terdengar suara gemuruh sampai ke pos pengamatan gunung api sinabung

Saat ini Gunung Sinabung berada pada Status Level III (Siaga) dengan rekomendasi kepada masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius radial 3 km dari puncak gunung Sinabung, serta radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur, dan 4 km untuk sektor timur-utara.

Selain itu, masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung juga diminta agar tetap waspada terhadap bahaya lahar.

Sebelumnya pada tanggal 20 Mei 2019 Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengeluarkan penurunan status Gunung Sinabung dari Level IV Awas menjadi Level III Siaga. (Voshkie)

Berikan Komentar