Pemerintah Terbangkan Keluarga Korban Penembakan Christchurch ke Selandia Baru

oleh -302 views

garudaonline, Selandia Baru: Pemerintah RI melalui Kementerian Luar Negeri memfasilitasi keluarga dua warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban penembakan di dua masjid di pusat Kota Christchurch untuk pergi ke Selandia Baru.

“Kemlu RI saat ini sedang memfasilitasi keluarga, baik keluarga Bapak Lilik dan Bapak Zulfirmansyah yang berada di Indonesia untuk ke Selandia Baru,” kata Juru bicara Kemlu RI, Arrmanatha Nasir, dalam jumpa pers di Kemlu RI, Jakarta, Senin (18/3).

Arrmanatha mengatakan bahwa Kemlu bersama kedutaan besar Selandia Baru di Jakarta membantu mengurus sejumlah dokumen perjalanan dan visa bagi keluarga kedua WNI tersebut.

Lilik Abdul Hamid dan Zulfirmansyah bersama anak laki-lakinya merupakan warga Indonesia yang menjadi korban penembakan di Masjid Al Noor dan Masjid Linwood pada Jumat (15/3) siang.

Zulfirmansyah baru dua bulan terakhir pindah ke Christchurch, sementara Lilik dikabarkan telah lama tinggal di Selandia Baru.

Lilik merupakan salah satu dari enam WNI yang berada di Masjid Al Noor saat penembakan yang menewaskan total 50 orang itu berlangsung. Ia dinyatakan tewas setelah sempat dilaporkan hilang tak lama usai penembakan.

Arrmanatha menuturkan pemulangan jazad Lilik bergantung pada “keinginan keluarga.”

Sementara itu, Zulfirmansyah bersama anak laki-lakinya menjadi korban penembakan di Masjid Linwood. Pria kelahiran Padang itu tertembak saat beribadah salat Jumat di masjid tersebut.

Zulfirmansyah sempat dinyatakan kritis karena mengalami sejumlah luka tembak hingga paru-parunya bocor. Sementara itu, sang anak mengalami luka tembak di bagian kaki dan punggung bagian bawah. Menurut Arrmanatha, kondisi Zulfirmansyah dan anaknya “berangsur pulih.”

Duta Besar RI di Wellington, Tantowi Yahya, juga terus memberikan dukungan dan pendampingan bagi Zulfirmansyah. (CNN/dfn)

Berikan Komentar