Pengedar Obat PCC di Medan Pemain Lama, BBPOM Apresiasi Kinerja Polrestabes Medan

oleh -1.401 views
Kasat Resnarkoba Polrestabes Medan AKBP Ganda MH Saragih (2 dari kiri) didampingi Wakasat Resnarkoba Kompol Yudi Frianto (2 dari kanan) dan Kanit 2 Psikotropika AKP Ricardo Siahaan (kiri) merilis tersangka pengedar obat PCC berikut barang buktinya

garudaonline – Medan | Obat Paracetamol Caffeine Carisoprodol (PCC) ternyata sudah lama beredar di Medan. Bahkan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Medan pernah menindak Apotek Gunung Mas di Jalan Krakatau, Medan, Sumatera Utara pada 2015 lantaran menjual pil PCC.

“Terkait temuan pil PCC dan penindakan terhadap pelaku Apotek Gunung Mas yang dilakukan Sat Resnakoba Polrestabes Medan, sangat kita apresiasi,” kata Kepala BBPOM Medan Sacramento Tarigan, Sabtu 23 September 2017.

Sacramento menyebutkan, Apotek Gunung Mas merupakan pemain lama pengedar pil PCC. Pasalnya pada 2015 BBPOM pernah melakukan penindakan terhadap Apotek Gunung Mas dan menyita 15.900 tablet pil PCC.

“Kala itupun sudah kita lakukan penindakan. Tapi ternyata mereka mengulang kembali kejahatannya. Bahkan apotek itu sudah diproses hukum. Tapi mungkin karena vonisnya waktu itu hanya berefek menggelitik, maka perbuatannya diulang lagi. Sehingga sangat wajar dilakukan penindakan lebih tegas,” ucapnya.

Dia juga berharap agar untuk kasus yang seserius ini, Pemda/Dinas otoritas pemberi izin, juga segera melakukan penindakan, seperti pencabutan izin sarana.

“Asosiasi profesi juga kita harapkan segera berikan sanksi dengan mencabut izin praktek personel penyandang profesi di sarana tersebut. Kami juga akan intens lakukan pengembangan dan pendalaman kasus, terutama pada seluruh pihak dan sarana legal terkait,” urainya.

Dia menegaskan meskipun sarana atau apotek legal, BBPOM akan melakukan tindakan hukum, bilamana mereka terlibat pengedaran obat illegal, penyalahgunaan, dan atau kesalahgunaan obat.

“Motif dan modus kasus PCC mirip dengan modus narkoba, maka kami juga akan terus berkoordinasi dengan Kepolisian dan BNN. Semoga penindakan kali ini hukumannya tegas dan berat supaya berefek jera,” bebernya.

BBPOM juga,kata Sacramento, sudah berkordinasi dengan Gabungan Pengusaha (GP) Farmasi Sumut agar pil PCC ini tidak beredar luas di masyarakat. Apalagi pada 2014 izin pil PCC ini dicabut karena banyak disalahgunakan sejak 2000.

“Carisoprodol adalah jenis obat keras yang sempat mendapat izin edar Badan POM sebagai obat Somadril. Tetapi pada 2014 izinnya dicabut. Jadi pembelian PCC pakai resep dokter pun, tidak bisa dilayani di Indonesia, karena PCC sudah dilarang beredar,” pungkasnya.

Sebelumnya, Sat Resnarkoba Polrestabes Medan di bawah pimpinan Kapolrestabes Medan Kombes Pol Sandi Nugroho SIK SH MHum dan Kasat Resnarkoba AKBP Ganda MH Saragih SIK berhasil mengungkap peredaran pil PCC di Medan.

Dua orang diciduk yakni pengedar obat PCC ini Jawasdin Purba (49) warga Jalan Mandala Medan, serta Erwin (55) pemilik apotek yang tinggal di Jalan Krakatau Medan. Dari tangan kedua tersangka, disita sekitar 2000 butir pil PCC.

Pil PCC ini sudah banyak memakan korban khususnya remaja. Belum lama ini di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), lebih dari 50 orang menjadi korban dari penyalahgunaan obat PCC dan seorang di antaranya meninggal dunia. Seluruh korban dibawa ke RS Jiwa Kendari dalam waktu bersamaan karena melakukan tindakan di luar batas kewajaran, kejang-kejang hingga tidak sadarkan diri usai mengonsumsi obat PCC.

(fidel)

Berikan Komentar