Pengembangan Desa Sigapiton, Upaya Capai Target 20 Juta Wisman

oleh -785 views

garudaonline, Toba Samosir: Kawasan Pariwisata Danau Toba, Provinsi Sumatera Utara, terus dikembangkan agar kunjungan wisatawan semakin meningkat. Sebab pariwisata Danau Toba diharapkan dapat menyumbang pencapaian target nasional 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) pada tahun 2019.

Kepala Departemen Bank Indonesia Regional 1 Sumatera, Suhaedi mengatakan Danau Toba sudah ditetapkan sebagai salah satu destinasi prioritas pariwisata nasional. Karena itu Bank Indonesia mengembangkan perekonomian di kawasan Danau Toba salah satunya di Desa Sigapiton, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir.

“Kami harap sektor pariwisata di Danau Toba dapat semakin maju sehingga dapat menyumbang pencapaian target nasional 20 juta wisman pada tahun 2019 dan 25 juta wisman pada tahun 2025,” kata Suhaedi, Minggu 18 November 2018.

Suhaedi menyebutkan pengembangan ekonomi di Desa Sigapiton ini dilakukan dengan melakukan penanaman demplot bawang merah di lahan seluas 2,5 hektar terdiri dari 1 hektar untuk demplot percontohan dan 1,5 hektar lagi di lahan masyarakat.

“Kenapa di Desa Sigapiton? Karena desa ini merupakan basis pertanian dan bawang merah yang ditanam di desa ini sangat bagus, berbeda dengan daerah lainnya. Tentunya ini bisa membantu perekonomian warga setempat dan bisa menjadi salah satu kunjungan wisatawan,” ujarnya.

Menurut Suhaedi program demplot ini bekerjasama dengan 2 Gapoktan (gabungan kompok tani) di Sigapiton yaitu Kelompok Tani Golat Sungsang yang diketuai Ojak Sirait dengan jumlah anggota 60 orang dan Kelompok Tani Golat Butar yang diketuai Hasian Simaremare dengan jumlah anggota 62 orang.

“Bank Indonesia memberikan bantuan bibit bawang brebes sebanyak 2,5 ton yang terdiri dari 3 varietas yakni bauji, tajuk, dan super philip. Selain itu kepada masing-masing kelompok tani juga diberikan bantuan berupa 1 buah motor roda 3 VIAR dan 1 buah hand tractor,” urainya.

Sementara itu, Pjs. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumut, Hilman Tisnawan menambahkan pengembangan destinasi pariwisata Toba masih menghadapi berbagai hambatan. Secara garis besar, kondisi akses, atraksi, dan amenitas KSPN Danau Toba masih perlu dioptimalkan.

“Dari sisi SDM, data kami menunjukkan kita masih dihadapkan dengan permasalahan melek pariwisata. Trip Advisor juga mencatat hal-hal yang perlu diperbaiki mulai dari pengelolaan lingkungan pariwisata yang belum dilakukan dengan pelayanan standar, masalah kebersihan yang menjadi perhatian wisatawan, hingga ketersediaan fasilitas umum dan jasa pendukung di area wisata yang dinilai belum memadai,” ucapnya.

Karena itu, lanjutnya, Bank Indonesia berkomitmen untuk menjadi bagian dalam pengembangan destinasi kawasan pariwisata Toba ke depan. Untuk memperkuat layanan sistem pembayaran, Bank Indonesia bekerjasama dengan 4 bank, yaitu Bank Mandiri, BRI, BNI, dan BCA.

“Kualitas layanan sistem pembayaran digital di kawasan destinasi pariwisata Toba akan ditingkatkan. 4 bank akan memberikan fasilitas EDC kepada 20 merchant di area wisata Danau Toba. Selain itu, untuk mendukung clean money policy dan peningkatan edukasi masyarakat, kami telah memfasilitasi kegiatan kas keliling di Desa Sigapiton yang disertai dengan kegiatan edukasi ciri-ciri keaslian uang rupiah,” paparnya. (voshkie)

Berikan Komentar