Penumpang Kereta Api Melonjak Hingga 110 persen Sepanjang Natal dan Tahun Baru

oleh -342 views

garudaonline, Medan: PT Kereta Api (KAI) Devisi Regional I Sumut mencatat terdapat kenaikan penumpang selama ‎momen perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2019

Sekitar 180.392 penumpang tersebut melakukan perjalanan menggunakan moda transportasi kereta baik berangkat maupun tiba di stasiun Besar Kota Medan.

“Angka tersebut, naik 110 persen ‎dari Realisasi Nataru tahun 2017/2018  163.354 penumpang. Itu data Nataru dari Tanggal 20 Desember sampai 31 Desember 2018. Untuk tanggal 1 Januari 2019 masih dilakukan update oleh anggota,” ungkap Manager Humas PT KAI (Persero) Divre I Sumut, M. Ilud, Kamis (3/1).

Ilud memperkirakan lonjakan penumpang angkutan Natura ini, bakalan terjadi pada tanggal 2 dan 6 Januari 2019.‎ Karena, mengingat aktivitas perkantoran sudah aktif dan liburan anak sekolah sudah mulai kembali bersekolah tanggal 7 Januari 2019 mendatang.

“Jadi, diperkirakan pada tanggal itu, penumpang bisa mencapai diatas ‎15 ribu orang. Untuk saat ini, aktivitas penumpang masih mengalami peningkatkan dari hari biasa,” jelas Ilud.

Ilud mengimbau kepada kepada para penumpang untuk membawa barang Bagasi sesuai aturan yang berlaku dan barang-barang dengan berat dan volume dianggap masih dapat dibawa kedalam kereta untuk disimpan di rak bagasi atas, di ruang depan tempat duduk penumpang.

“Di bagian ujung kereta atau tempat lainnya yang memungkinkan tanpa mengganggu kenyamanan dan keamanan penumpang serta tidak berpotensi membahayakan atau menimbulkan kerusakan pada kereta dan proses naik turun bagasi dimaksud tidak akan menimbulkan kelambatan pada perjalanan kereta api,” ucap Ilud.

Ia mengungkapkan ‎untuk ukuran dan berat maksimum barang bagasi setiap penumpang kereta api dengan ukuran maksimum 100 dm3 dengan dimensi 70 cm x 48 cm x 30 cm, berat maksimum 20 kilogram yang disediakan pihak PT KAI.

“Adapun barang-barang bagasi penumpang yang tidak diperbolehkan di bawa adalah binatang, narkotika psikotoprika dan zat adiktif lainnya, senjata api dan senjata tajam, semua barang-barang yang mudah terbakar/meledak,semua barang-barang berbau menyengat, amis atau karena sifatnya dapat mengganggu/merusak kesehatan dan mengganggu kenyamanan penumpang lainnya, barang-barang yang menurut pertimbangan petugas boarding atau pemeriksa bagasi karena keadaan dan besarnya tidak pantas diangkut sebagai bagasi,barang yang dilarang oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tutur Ilud. (dfnorris)

Berikan Komentar