Penutupan Pemerintahan AS Masuki Hari ke-33, PNS ‘Serbu’ Dapur Umum

oleh -151 views

garudaonline, Jakarta: Penutupan pemerintahan Amerika Serikat kini sudah memasuki hari ke-33. Pegawai negeri di AS kini semakin khawatir tidak bakal gajian lagi, dan bahkan sebagian dari mereka mulai mengantre di dapur umum karena simpanan uang yang semakin menipis.

Antrean PNS AS untuk mendapatkan makanan terlihat di dapur umum di Brooklyn, New York. Mereka yang mengantre terdiri dari petugas bea cukai, pajak, dan layanan darurat 911. Nasib mereka tidak menentu karena menganggur sejak penutupan pemerintahan pada 22 Desember 2018 dan tidak digaji.

Pegawai negeri di bidang transportasi seperti sopir atau sipir penjara, yang terpaksa terus bekerja tanpa dibayar, juga memanfaatkan waktu istirahat makan siang mereka untuk mengantre makanan.

“Aku datang ke sini untuk mengambil beberapa kebutuhan,” kata Antoinette Peek-Williams, seorang karyawan Kementerian Keamanan Dalam Negeri, seperti dilansir AFP, Rabu (23/1).

Antoinette rela menempuh perjalanan selama satu jam menggunakan kereta bawah tanah dari Harlem untuk mengantre di dapur umum. Padahal, biasanya yang mengantre makanan di sana adalah para kaum tuna wisma dan kalangan buruh serabutan yang penghasilannya pas-pasan.

“Jujur saja dengan cara apa pun agar saya dapat menghemat uang dan menghemat pengeluaran untuk keperluan lainnya – itulah yang saya coba lakukan,” ujar Antoinette.

Sejak terjadinya penutupan pemerintahan, lelaki 62 tahun itu mulai memperketat pengeluaran. Untuk makan sehari-hari pun dia memilih yang harganya paling murah. Antoinette berharap bisa kembali bekerja pada 1 Februari mendatang. Namun, hal itu nampaknya semakin jauh dari angannya sebab Presiden Donald Trump dan Dewan Perwakilan tetap berkeras dengan sikap masing-masing soal anggaran tembok perbatasan dengan Meksiko.

“Jika kamu tidak memiliki harapan, kamu tidak memiliki apa-apa,” kata seorang pegawai Ditjen Pajak AS (IRS), Chante Johnson (48).

Chante mengaku tidak bisa menyediakan makanan yang layak bagi anak perempuan dan istrinya. Dia berharap penutupan ini segera berakhir.

“Aku hanya ingin mereka membukanya. Mulailah bicara dan buka pemerintah,” katanya.

Situasi PNS AS yang dipaksa bekerja tanpa bayaran lebih berat lagi. Seorang sipir perempuan di Lembaga Pemasyarakatan Brooklyn mengaku dia kini mengambil jatah makan siang lebih banyak untuk dibawa pulang dan disantap bersama sang anak. Apalagi dia seorang orang tua tunggal.

Lantaran belum digaji, anaknya gagal masuk ke universitas karena dia tidak sanggup melunasi biaya pendaftaran. Perempuan berusia 39 tahun itu juga terpaksa belum membayar tagihan bulanan untuk layanan ponselnya, yang dia butuhkan untuk bekerja, walaupun terkena denda. Namun, dia menyatakan hanya sanggup hidup seperti itu sampai pertengahan Februari mendatang saja.

“Setelah itu saya tidak akan bisa pergi bekerja,” katanya.

Penutupan pemerintahan membuat banyak PNS di AS terancam terjerumus dalam kondisi kemiskinan. Mereka cuma berharap masa sulit ini berlalu dan mereka kembali mendapatkan gaji untuk melanjutkan hidup. (CNN/voshkie)

Berikan Komentar