Penyidik Beberkan Satu Persatu Bukti Pembunuhan Khashoggi

oleh -471 views

garudaonline, Jakarta: Fakta kasus pembunuhan jurnalis pengkritik Arab Saudi, Jamal Khashoggi, terus bermunculan. Kini, para penyelidik mulai mengungkap kata-kata terakhir yang diucapkan Khashoggi sebelum tewas di konsulat Saudi di Istanbul, Turki, 2 Oktober lalu.

“Saya tidak bisa bernapas,” demikian ucapan terakhir Khashoggi seperti ditirukan oleh seorang sumber yang sudah membaca transkrip rekaman dari dalam gedung tersebut sebelum Khashoggi mengembuskan nafas terakhirnya.

Sumber itu mengatakan bahwa jika dilihat dari transkrip tersebut, sangat jelas bahwa pembunuhan Khashoggi sudah direncanakan dengan matang.

Sejumlah catatan dalam transkrip itu juga menyebut bahwa ada suara yang mengindikasikan tubuh Khashoggi dimutilasi menggunakan gergaji.

Para pelaku yang mengeksekusi Khashoggi pun diminta untuk memasang musik kencang agar menyamarkan suara menjijikkan dari upaya mutilasi tersebut.

Dalam sejumlah rekaman juga terdengar beberapa panggilan telepon yang mengindikasikan para tersangka melaporkan sesuatu, diduga kepada tokoh senior di Saudi.

Intelijen Turki terus membocorkan berbagai rincian hasil penyelidikan mereka, termasuk bahwa pembunuhan ini dilakukan oleh satu tim beranggota 15 orang yang dikirim langsung dari Saudi.

Kelima belas orang itu sudah ditangkap oleh otoritas Saudi. Turki pun meminta agar para tersangka itu diekstradisi ke negaranya, tapi Saudi menolak.

Saudi sendiri mengakui bahwa jurnalis kontributor The Washington Post itu tewas dibunuh di konsulat mereka meski sebelumnya Riyadh selalu menekankan bahwa Khashoggi sudah keluar dari gedung itu dengan selamat.

Walau demikian, Saudi tetap menegaskan bahwa pemerintah tak mengetahui apa pun mengenai rencana pembunuhan ini. Riyadh menuding ada oknum pejabat yang melakukan sesuatu di luar kewenangannya.

Sementara itu, Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) dilaporkan sudah menarik simpulan bahwa Putra Mahkota Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman, memerintahkan langsung pembunuhan ini.

CIA menarik simpulan ini setelah menggali berbagai sumber intelijen, termasuk panggilan telepon antara Khashoggi dan Duta Besar Saudi yang juga adik dari putra mahkota, Khalid bin Salman.

Dalam percakapan tersebut, Khalid mengatakan kepada Khashoggi bahwa wartawan itu harus pergi ke konsulat Saudi di Istanbul untuk mengambil dokumen yang dibutuhkan. Khalid menjamin segalanya akan aman ketika Khashoggi datang ke konsulat.

Namun, Presiden Donald Trump yang dikenal sebagai sekutu dekat Saudi membantah kabar tersebut dan mengatakan bahwa CIA belum menarik simpulan apa pun.

Ketika ditanya mengenai laporan yang diungkap The Washington Post tersebut, Trump hanya menjawab, “Mungkin saja putra mahkota tau mengenai kejadian tragis itu, Mungkin ya, mungkin tidak!” (cnn/voshkie)

Berikan Komentar