10 Preman Mengamuk, Pegawai Lion Air Dibacok Rumahnya Dirusak

oleh -530 views

garudaonline, Medan | Sepuluh preman bersenjata tajam (sajam) kelewang dan batu mengamuk dan menyerang rumah Afrian Ramadhan (26) di Jalan Pintu Air 1, Lorong Rapi, Kelurahan Kwala Bekala, Medan Johor.

Akibatnya, kediaman korban mengalami kerusakan. Bahkan, punggung korban yang merupakan pegawai maskapai penerbangan Lion Air itu juga dibacok hingga harus dirawat di rumah sakit.

Setelah kejadian, korban didampingi ayahnya, Sarman (60) mengadukan peristiwa itu ke Polsek Delitua, Jumat (25/11/2016). Kata dia, aksi penyerangan itu terjadi  Kamis (24/11/2016) malam.

Saat itu, korban baru pulang bekerja di Bandara KNIA. Namun begitu tiba di rumah, tiba-tiba 10 pemuda menaiki lima sepeda motor mendatangi kediamannya. Pelaku yang dikomandoi Akwan alias Ngentir (33), langsung merusak rumah korban menggunakan klewang dan batu.

“Malam itu aku baru saja pulang. Sampai di rumah, tiba-tiba 10 orang menyerang rumah ku. Mereka pakai klewang dan batu. Tapi dua pelakunya saya kenal, yakni si Akwan dan si Adi Genden,” sebut Afrian di Mapolsek Deli Tua, Jumat (25/11/2016).

Melihat aksi brutal itu, kata Afrian, dirinya langsung berteriak minta pertolongan warga. Teriakan itu membuat seorang pelaku geram, lalu mendekati dan membacok punggungnya hingga terkapar bersimbah darah.

Setelah itu, pelaku kabur menaiki sepeda motor sambil mengancam korban hingga membuat keselamatannya terganggu.

“Sebelum pelaku kabur sempat berkata ‘awas kau ya, urusan kita belum selesai’,” ungkap korban menirukan perkataan pelaku.

Sementara Sarman menduga, penyerangan dilatarbelakangi rasa tidak senang pelaku. Sebab, beberapa waktu lalu keluarganya kehilangan sepeda motor dari dalam rumah.

“Karena kami kehilangan sepeda motor, maka abangnya Afrian minta nomor handphone salah satu pelaku penyerangan. Sebenarnya kami bukan menuduh mereka, namun mencari tahu siapa yang mencuri sepeda motor kami. Enggak tahunya rumah kami malah diserang dan si Afrian dibacok sampai 7 jahitan,” kata Sarman.

Kanit Reskrim Polsek Delitua, Iptu Jonathan Hutagalung ketika dikonfirmasi awak media mengaku sudah menerima laporan korban kasus pengerusakan dan penganiayaan korban.

“Laporannya sudah kita terima dan anggota sudah cek TKP untuk menindak lanjuti laporan pelapor,” tandasnya. (g/10)

Berikan Komentar