3 Rumah Ditimbun Longsor di Pakpak Bharat

oleh -520 views

garudaonline – Salak | Korban longsor di Dusun Mata Kocing Persabahan Desa Salak 1 Kecamatan Salak Kabupaten Pakpak Sumatera Utara diungsikan ke posko penangulangan bencana di GKPPD. Jumlah korban kurang lebih 10 orang. Korban dimaksud terpaksa dipindahkan menyusul kediaman mereka dihantam lumpur bervolume besar, Minggu (27/11/2016.

Demikian disampaikan Camat Salak, Ishak Simon Meibang per telepon, Senin (28/11/2016). Penanggulangan berupa penyediaan pangan ditangani Dinas Sosial.

Dijelaskan, curah hujan tinggi dan hampir tiada henti merontokkan rumah tinggal milik Rospita Manik, Patar Banurea dan Halomoan Banurea. Kondisi terparah menimpa Rospita dimana bangunan hancur total hingga tak layak pakai. Diketahui, Beban Rospita dirasa paling berat menyusul statussebagai janda. Diutarakan, 3 penghuni dirawat di rumah sakit akibat luka dan trauma. Lumpur tebal masih ada di sekitaran permukiman.

“Longsoran datang mendadak bagai air bah. Areal perladangan tiba-tiba rubuh menyorong rumah” kata Meibang. Tempat kejadian berarak sekitar 100 meter dari kantor BPN.

Meibang mengatakan, warga mengkhawatir bencana susulan. Hujan belum juga reda. Sebagian besar masyarakat memilih menghentikan aktivitas. Tak banyak yang pergi ke ladang. Pun demikian, lokasi perkantoran pemerintah di Sindeka relatif aman.

Kepala Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Sartono Padang mengatakan arus transportasi menghubungkan Sukaramai Kecamatan Kerajaan-Salak sempat lumpuh. Tanah tebing dan pohon menutup permukaan jalan. Sepeda motor dan mobil pun tak terhadang. Timbunan terbesar ada di Buluh Tellang Desa Pardomuan Kecamatan Kerajaan. Kendala tersebut berhasil diatasi melalui pengerahan alat berat.

Dijelaskan, pihaknya ekstra kerja keras menyusul informasi longsor datang silih berganti. Sartono menyebut, berada di Desa Perpulungen Kecamatan Kerajaan. Di sana, ada 2 titik timbunan yang menutup aspal. Badan jembatan dipenuhi tanah berliat.

Sartono menyarankan, pengendara harus hati-hati. Bobot tanah diyakini sangat berat sehingga berpotensi ambruk. Tiang listrik tumbang di jalur Sukaramai-Aceh tetapi telah dinormalisasi. Hujan belum juga berhenti . Ancaman masih ada. Seputar kerusakan irigasi, pihaknya beum menerima laporan. (Dan)

Berikan Komentar