68 Personel Polda Sumut Dipecat Sepanjang 2016

oleh -688 views
Kapolda Sumut, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel (tengah) menggelar jumpa pers akhir tahun 2016 di Aula Tribrata Mapolda Sumut, Kamis (29/12/2016).

garudaonline – Medan | Sepanjang 2016, sebanyak 68 personel Polda Sumut diberi sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) atau dipecat karena terlibat berbagai kasus tindak pidana, termasuk narkoba.

Kapolda Sumut, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel didampingi Kasdam I/BB Brigjen TNI Tiopan Aritonang kepada wartawan mengatakan, puncak dari pemeriksaan dan proses peradilan Profesi dan Pengamanan (Propam) menjatuhkan vonis pemecatan terhadap oknum-oknum polisi karena telah melakukan pelanggaran kode etik profesi.

“Pemecatan ini dilakukan setelah melewati proses, mulai dari penyelidikan, penyidikan hingga persidangan lalu pemecatan. Pemecatan personel terjadi penurunan sekitar satu persen. Pada  2015, 69 personel dan 68 personel dipecat pada tahun 2016,” terang jenderal bintang dua tersebut.

Menurut Kapolda, oknum yang dipecat itu karena terlibat berbagai kasus tindak pidana, melanggar kode etik profesi dan pelanggaran disiplin. Sepanjang 2016 jumlah personel polisi di jajaran Polda Sumut yang melakukan pelanggaran disiplin sebanyak 786. Pelanggaran kode etik profesi sebanyak 137 personel dan pelanggaran pidana 93 personel.

“Jumlah personil yang melakukan pelanggaran disiplin pada 2016 dibandingkan 2015 terjadi penurunan sekitar lima persen. Dengan perincian pada tahun 2015 terjadi 828 personel yang disidang pelanggaran disiplin dan 786 personel pada tahun 2016,” paparnya.

Pelanggaran kode etik profesi pada 2015 sebanyak 111 personel dan 137 personel pada 2016 atau menurun sekitar 19 persen. Pelanggaran tindak pidana 140 personel pada 2015 menjadi 93 personel tahun 2016 atau menurun sekitar 34 persen.

Kapolda menjelaskan, para personil yang dipecat tersebut terlibat kasus tindak pidana umum, narkoba dan lainnya. “Macam-macam kasusnya, ada narkoba dan tindak pidana umum lainnya,” sebutnya.

Pada kesempatan itu, Kapolda juga mengancam dan akan bertindak tegas bagi anggota Polri yang terindikasi terlibat dalam peredaran narkoba akan dipecat.

“Jika oknum itu menggunakan narkoba maka prosesnya perlu dibuktikan dan dilakukan rehab. Tetapi jika sudah turut serta mengedarkan, maka tak perlu proses internal lagi, tetapi langsung dipecat,” tegasnya.

Sementara, Kasdam I/BB Brigjen (TNI) Tiopan Aritonang meminta maaf atas perlakuan anak buahnya Sertu Muhibat yang melakukan pemukulan terhadap seorang anggota Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Tanjung Balai, Bripka Darwan Girsang.

“Saya atas nama institusi meminta maaf atas perlakuan anggota saya. Atas insiden itu dan berdasarkan petunjuk Panglim TNI, agar tidak ada lagi anggota TNI yang bermasalah terutama memiliki keterlibatan dengan narkoba. Semua harus dibersihkan. Bagi pelaku (Sertu Muhibat) tidak ada ampun,” tegasnya.

Disebutkan kasdam, saat ini kasus pemukulan itu sudah ditarik langsung oleh Pomdam I/BB. “Kasusnya sudah ditarik oleh Pomdam I/BB. TNI juga
akan membantu Polri dan BNN untuk membersihkan (narkoba) sekalipun itu berada di lingkungan asrama,” tukasnya.

(g/10)

Berikan Komentar