Ajak Perempuan ‘Ngeseks’, Donald Trump Minta Maaf

oleh -495 views

garudaonline – AS |  Pernyataaan-pernyataan kontroversial yang dilontarkan Donald Trump, akhirnya berbalik ke dirinya

sendiri. Baru-baru ini, Calon Presiden Amerika Serikat (AS) dari kubu Partai Republikan tersebut telah merilis sebuah video

permintaan maaf atas komentar-komentarnya yang berbau seksual saat diwawancarai oleh sebuah stasiun TV.

Menurut The Guardian, Jumat (7/10), sebuah rekaman video menunjukkan sosok Trump yang doyan menggoda perempuan. Bahkan dalam

sesi wawancara tersebut, Trump juga tak jarang melontarkan komentar-komentar yang melecehkan perempuan.

Wawancara tersebut memang dilakukan pada tahun 2005, tetapi apa yang dikatakan oleh Trump saat diwawancarai oleh Billy Bush,

bisa jadi akan merusak reputasi yang tengah ia bangun jelang Pemilihan Presiden AS pada bulan November mendatang.

“Saya mencoba mengajaknya untuk berhubungan badan. Ia memang sudah menikah,” ujar Trump kepada Billy Bush dalam rekaman

tersebut sembari menambahkan kata-kata, “Bila Anda adalah seorang bintang, maka mereka akan mengizinkan Anda. Anda bisa

berbuat apa saja.”

Tersebarnya video tersebut membuat sebagian besar masyarakat AS marah. Tak hanya itu, bahkan Partai Republikan pun dikabarkan

sempat mengecam keras pernyataan Trump yang merendahkan kaum perempuan. Trump pun akhirnya meminta maaf lewat sebuah video

yang ia rilis di akun Twitter pribadinya.

“Siapapun yang mengenal saya tahu bahwa kata-kata itu tidak menggambarkan diri saya. Saya memang mengatakannya. Saya

bersalah. Saya meminta maaf. Saya tidak pernah mengatakan bahwa saya adalah orang yang sempurna,” ujar Trump dalam video

tersebut.

Meski begitu, Trump juga memanfaatkan kesempatan yang ada untuk lagi-lagi menyerang kandidat presiden Hillary Clinton. Trump

dalam video yang sama menyebut bahwa pasangan Bill dan Hillary Clinton sebagai dua orang yang sebenarnya memiliki dosa lebih

besar daripada dirinya.

“Saya memang mengatakan hal-hal bodoh, tapi ini berbeda dengan orang-orang yang memang melakukan tindakan bodoh. Bill Clinton

terbukti melakukan tindak kekerasan pada seorang perempuan dan Hillary telah menyerang, mempermalukan, dan mengintimidasi

korban-korbannya,” tukas Trump.

Trump sendiri kini tengah kerepotan. Pasalnya, dirinya harus menyusun kembali strategi baru untuk menghadapi debat calon

presiden yang akan mempertemukan kembali dirinya dengan Hillary Clinton. Perlunya strategi baru tersebut adalah untuk

menghindari kekalahan, seperti yang ia alami di debat perdana, akibat tak siap dengan penjelasan-penjelasan program miliknya.(net)

Berikan Komentar