Ali Umri: “Kalau Bisa Wakil Wali Kota Siantar dari Keluarga Hulman Sitorus”

oleh -849 views

garudaonline – Siantar | Anggota DPR RI Komisi II, Ali Umri turut memberikan ucapan belasungkawa atas meninggalnya Hulman Sitorus, Wali Kota Siantar periode 2010-2015 dan Calon Wali Kota Siantar peraih suara terbanyak dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 16 November 2016 lalu.

Bersamaan dengan jajaran Pemko Siantar, DPRD Kota Siantar, tokoh agama maupun tokoh agama di Kota Siantar, Ali Umri di rumah duka, Jalan Mual Nauli, Kelurahan Siopat Suhu, Kecamatan Siantar Barat, Sabtu (10/12/2016), memberikan kata-kata penghiburan.

“Beliau (almarhum) adalah sahabat serta abang saya. Saya turut berduka cita atas kepergian beliau. Semoga amal ibadah diterima. Pak DL Sitorus, saya sempat ketemu dengan almarhum sekitar 1,2 tahun lalu saat beliau akan mencalonkan sebagai Wali Kota Siantar untuk kedua kalinya,” kenang Ali Umri.

Saat bertemu itu, ia sempat menanyakan siapa yang akan menjadi wakil pendamping Hulman Sitorus. Kemudian, ia menyarankan dan meminta agar adiknya, Hefriansyah untuk menjadi wakil pendamping Hulman Sitorus. Karena sangat dekat pertemanan itu, almarhum setuju dan menyanggupi Hefriansyah menjadi wakilnya.

“Jadi, Hefriansyah, kamu harus setia, jangan jadi penghianat. Seperti saat saya menjadi Wali Kota, tidak pernah berkhianat. Saya terkejut mendengar berita (meninggal Hulman Sitorus) ini. Saya ketika itu sedang kunjungan kerja di Buleleng, Bali. Kemudian saya ditelpon adik saya atas kabar ini,” sambung Ali Umri.

Dikenangnya, sekitar satu minggu yang lalu, ia ditelepon oleh almarhum untuk menanyakan mengenai pelaksanaan Pilkada di Kota Siantar. Sebagai anggota DPR RI di Komisi II yang membahas masalah seperti Pilkada itu, Ali Umri menguatkan Hulman Sitorus bahwa tidak ada permasalahan mengenai Pilkad Siantar.

“Saya bilang, pak kalau sudah menang di atas 50 persen, itu tidak akan ada masalah. Bapak akan dilantik. Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak akan berani bermain-main masalah ini. Hulman Sitorus tetap Wali Kota,” katanya.

Ia juga tidak lupa memberikan saran kepada Hefriansyah agar tidak salah jalan kedepannya dalam menjalankan roda pemerintahan Kota Siantar. Ia menyarankan agar selalu berunding dan menanyakan saran dari istri almarhum serta keluarga besar.

“Hefriansyah belum tentu menjadi Wali Kota Siantar sebetulnya. Hefriansyah, jangan langsung berbuat, tanya ibu (istri almarhum), tanya keluarga. Apa arahan dari mereka. Itu supaya jangan dikatakan penghianat. Kalau bisa, jadikan Wakil Wali Kota dari pihak keluarga. Kami juga dari Partai Nasdem turut berbelasungkawa. Mudah-mudahan almarhum diterima disisi Tuhan Yang Maha Kuasa,” tutupnya.(HT)

Berikan Komentar