Begini Kronologis Kapal Tenggelam di Bagan Asahan

oleh -746 views

garudaonline, Asahan | Satu unit kapal nelayan tenggelam di Perairan Bagan Asahan setelah dihantam ombak disertai hujan dan angin kencang. Tim SAR masih melakukan pencarian terhadap empat orang ABK (anak buah kapal) yang yang hilang dalam peristiwa itu.

Pasops Lanal Tanjungbalai, Kapten Kresna, Minggu (6/11/2016) menceritakan kronologis tenggelamnya KM (kapal motor) Usaha Damai GT 22 No 313 PPA itu.

Katanya, Pada Rabu 2 November 2016, kapal yang dinakhodai Nanang Hadian Rafi tersebut berlayar ke perairan Selat Malaka untuk menangkap ikan. Lalu Pada Jumat (4/11/2016) kondisi cuaca mulai memburuk.

Kapal yang mengangkut sepuluh orang itu yakni delapan orang ABK, satu nahkoda dan kepala kamar mesin kapal memutuskan kembali ke gudang mereka di Pelabuhan Tanjungbalai.

Hujan deras disertai angin kencang dan ombak sekitar 3 meter menerjang kapal. Kapal pukat apung tersebut tetap melanjutkan berlayar. Namun ombak mulai masuk ke dalam kapal. Kemudian sekira pukul 22.30 WIB, tepat di 03.06′.00 LU – 099.55′.00 BT 6 Mil Timur Perairan Bagan Asahan, kapal hilang keseimbangan dan terbalik.

Kesebelas korban mencoba menyelamatkan diri dengan berpengangan pada kapal. Karena ombak terlalu kencang, keempat korban antara lain Latif(60), Heru (55), Budi (33) dan Hasnan (58) terseret dan hilang.

Sementara ketujuh korban lain yakni Nanang Hardian Rafi (40) (Nakhoda), Putra Pratama (KKM) dan lima ABK lainnya Agam, Edi, Dedek, Lukman, dan Sukri masih bisa berpegangan pada kapal. Kemudian, kapal nelayan yang melintasi perairan itu menolong ketujuh korban. Korban yang selamat lalu dievakuasi ke Pelabuhan Tanjungbalai.

“Tim gabungan TNI AL, Airud dan Basarnas tengah melakukan proses pencarian korban terhadap empat orang ABK yang masih hilang. Kondisi cuaca di perairan masih ekstrem sehingga menyulitkan pencarian,” terangnya. (Fidel)

Berikan Komentar