Bocah 9 Tahun Dibuang Orang Tua di Fly Over Amplas

oleh -257 views
Bocah malang yang dibuang ayah kandung dan ibu tirinya diserahkan ke Mapolsek Patumbak, Minggu (16/10).

garudaonline, Medan | Nasib tragis menimpa Chandra Barus. Bocah 9 tahun ini dibuang dan ditinggalkan begitu saja oleh ayah kandungnya Balem Barus dan ibu tirinya Putri Lenta boru Sagala, di sekitaran Fly Over Amplas, Jumat (14/10) lalu.

Sejak ditinggal ayah kandung dan ibu tirinya itu, Chandra tak pernah makan dan tak juga minum. Beruntung, Minggu (16/10) siang, dia ditemukan dua penarik becak, Edi dan Mulyono. Keduanya iba melihat Chandra, yang kebingungan tak tahu tujuan.

Keduanya memanggil Chandra, menanyakan asal usulnya sambil memberinya makan.
Dengan perasaan pilu, mereka akhirnya mengantarkan Chandra ke Mapolsek Patumbak.

“Pertama, kami tengok dia (Chandra) macam kebingungan gitu.  Dibilangnya, dia dibuang dan ditinggal gitu saja sama bapak kandung dan mamak tirinya. Kami belikanlah dia makan, terus kami bawa  mari (Polsek Patumbak) dia. Biar dibantu pak polisi, supaya dia bisa pulang ke rumahnya,” kata Edy dan Mulyono di Mapolsek Patumbak.

Chandra Barus mengisahkan, setelah ibu kandungnya meninggal dan ayahnya kawin lagi, dirinya tinggal bersama opung (nenek)-nya boru Situmorang di Kampung Sonai, Sidikalang, Dairi.

Namun, tiba-tiba dia dijemput ayah dan ibu tirinya dan mereka bawa ke rumahnya. Namun, sayangnya Chandra tidak ingat alamat rumahnya. “Aku nggak tahu di mana alamatnya,” akunya.

Dia mengkau, selama tinggal bersama ayah kandung dan ibu tirinya, bukannya bahagia yang diterimanya, melainkan siksaan. Padahal, dia rajin melakukan pekerjaan rumah, seperti menyapu, cuci piring dan sabagainya.

“Kalau aku lagi main-main, aku dimarahi, dijewer kuping saya, ditampar, dan dipukuli. Tangan ku pun pernah disayat pakai pisau sama mamak tiriku,” lirihnya.

Puncaknya, Jumat (14/10) pagi lalu, Chandra Barus dibawa ayah kandung dan ibu tirinya ke Medan. Namun sesampainya di Simpang Amplas, tepatnya di bawah Fly Over Amplas, tiba-tiba Chandra diturunkan dari angkutan kota (angkot) yang mereka tumpangi.

Chandra hanya diam, tak bisa berbuat banyak. Dia tidak tahu harus pulang ke mana dan menemui siapa hingga akhirnya tidur di bawah jembatan layang. “Nggak makan, nggak minum. Nggak dikasih uang sama bapak,” kenangnya.

Sementara petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Patumbak terlihat bingung ketika menyambut kedatangan Chandra. Petugas hanya bisa memberikan tempat berteduh sementara, sebelum diserahkan ke pihak berwenang.

“Wah ini paling-paling diserahkan ke Komnas Perlindungan Anak,” ucap seorang petugas. (g/10)

Berikan Komentar