Buat Warga Siantar: Razia Pekat 10-25 Desember 2016

oleh -365 views

garudaonline – Siantar | Untuk menciptakan perayaan Hari Natal yang nyaman dan kondusif, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemko Siantar siap menggelar operasi penyakit masyarakat (pekat).

Ini untuk mengantisipasi masuknya Pekerja Seks Komersial (PSK) dari luar kota ke Siantar.

Jumat (2/12/2016), Kepala Kantor (Kakan) Satpol PP Kota Siantar, Julham Situmorang mengungkapkan, razia pekat itu akan berlangsung mulai 10 Desember hingga menjelang perayaan Hari Natal, 25 Desember 2016.

Julham menuturkan, dalam razia pekat itu sejumlah lokasi yang akan dirazia yakni lokasi yang dicurigai sebagai tempat prostitusi seperti kos-kosan, hotel, tempat kusuk dan salon.

“Kita akan razia pasangan-pasangan mesum yang bukan suami istri dan  tidak memiliki tanda pengenal seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), karena akan banyak juga PSK yang datang dari luar kota,” jelasnya.

Julham mengatakan, pihaknya juga akan merazia cafe-cafe yang masih beroperasi meski melewati batas waktu beroperasi.

Satpol PP juga akan melakukan penertiban gepeng. Ini karena gepeng-gepeng itu ada yang mengkoordinir. “Datang pagi hari, sore dikumpul semua. Sudah pernah ada yang kita tangkap itu, tapi yang mengkoordinir itu belum pernah,” terangnya.

Julham juga menghimbau agar seluruh pengusaha tak menerima pelajar, yang bukan suami istri dan tidak punya Kartu Tanda Penduduk (KTP). Ini termasuk tidak menerima karyawan yang tidak memiliki KTP.

“Pemilik cafe agar menutup sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan. Jangan lewat batas waktu. Tujuannya ya untuk menciptakan perayaan Natal yang kondusif dan tenang,” ujarnya.

Kepada Ketua Rukun Tetangga dan Rukun Warga (RT/RW), Julham juga meminta agar bekerja dengan maksimal.

“Monitoring warganya yang tidak memiliki KTP, termasuk pendatang baru. Itu untuk menghindari keresahan masyarakat,” papar pria berkumis ini.(HN)

Berikan Komentar