Bulan Ini Direktur RSU Siantar Mundur

oleh -403 views

garudaonline – Siantar | Perlawanan sejumlah dokter, perawat dan pegawai RSUD dr Djasamen Saragih terus berlanjut hingga Minggu (18/12/2016). Bahkan, sakin seriusnya, mereka yang berseberangan dengan sang direktur, menolak menerima pasien, dan mendesak dr Ria Telembenua dicopot dari jabatannya sebagai direktur rumah sakit daerah Kota Siantar ini.

Salah satu pentolan dokter yang tak sepaham dengan kepemimpinan dr Ria yaitu dr Eva Susanti menyebutkan, dirinya pernah didatangai dr Ria ke ruang kerjanya pada bulan Nopember yang lalu untuk memperbincangkan kondisi RSUD itu.

Pertemuan itu kata dia berlangsung sekitar satu setengah jam dan saat itu dr Ria memohon agar diberi kesempatan memimpin RSUD sampai bulan Desember 2016.

“Dibilangnya sampai bulan Desember supaya diselesaikan akreditasi. Setelah itu Januari beliau akan kembali ke Medan mengurus keluarganya,” beber Susanti meniru perkataan dr Ria.

Atas janji yang terlontar dari mulut dr Ria, Susanti pun berharap agar dr Ria tak lupa pada janjinya untuk mundur pada bulan ini sehingga pelayanan di rumah sakit dapat berjalan kembali.

Sementara, informasi yang sudah menyebar di lingkungan para medis RSUD, Desember ini Direktur RSUD dr Djasamen Saragih, dr Ria Telaumbanua dicopot oleh Pj Walikota Anthony Siahaan. Bahkan, informasi itu juga diketahui sejumlah pejabat Pemko Siantar tetapi enggan namanya disebutkan.

Dijelaskannya, terkait dengan usulan dan desakan para dokter di rumah sakit yang merasa tak lagi percaya dengan sosok direktur bernama dr Ria Telaumbanua yang sudah menjabat hingga 10 tahun itu. Untuk itu, wajar dr Ria harus dicopot sehingga, para dokter bisa
kembali bersatu melaksanakan tugas tanpa ada mis komunikasi seperti yang terjadi selama ini dengan dr Ria.

Untuk lebih memastikan soal pemberhentian dr Ria seperti yang sudah menyebar tersebut, wartawan berusaha mengkonfirmasi Pj Walikota Anthony Siahaan. Namun, meski ponselnya aktif tetapi tidak dijawab. Bahkan, pesan singkat atau SMS yang disampaikan belum dibalas sampai berita ini diturunkan.

Amatan wartawan saat berada di rumah sakit plat merah itu, Sabtu (17/12) siang sekitar pukul 12.30 WIB, kondisinya begitu sepi dan memprihatinkan karena nyaris tanpa penghuni. Sehingga, tidak
sedikit mengatakan bahwa rumah sakit itu kembali seperti rumah sakit hantu karena di lokasi-lokasi tertentu tampak begitu seram apalagi ada lampu yang padam.

Sementara, para perawat juga tidak ada terlihat di ruangan piket. Kemudian, halaman parkir tepatnya di depan ruang forensik terlihat kosong dan tak ada satu pun sepeda motor atau mobil terlihat parkir.

Saat ditelusuri ke ruangan pasien di ruangan anak kondisi serupa juga terjadi. Tidak ada seorang pasien yang dirawat. Begitu juga di ruangan Dahlia praktis tak berpenghuni.

Salah seorang warga yang kebetulan melintas dari rumah sakit tersebut, R Sitanggang (42), prihatin melihat kondisi rumah sakit pemerintah yang seyogianya untuk member pelayanan maksimal kepada masyarakat.

“Kalau karena dr Ria rumah sakit itu hancur, lebih baik dia mundur kesatria dan itu lebih baik demi kepentingan rakyat banyak,” kata Sitanggang.(HT/sIN)

Berikan Komentar