Bupati Nias Utara Lantik 55 Kades Terpilih

oleh -342 views

garudaonline – Nias | Sebanyak 55 orang Kepala Desa (Kades) terpilih pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 27 Oktober yang lalu resmi dilantik oleh Bupati M Ingati Nazara, kemarin, di halaman Pendopo Kabupaten Nias Utara.

Sebelum acara pelantikan, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa (BPM Pemdes) Fo’arota Gea dalam laporannya menyampaikan, pelantikan Kades terpilih diikuti oleh sebanyak 55 orang yang terbagi di 11 Kecamatan.

Yakni, Kecamatan Lahewa berjumlah 7 orang, Kecamatan Alasa 9 orang, Kecamatan Lahewa Timur 3 orang, Kecamatan Tuhemberua 4 orang, Kecamatan Afulu 5 orang, Kecamatan Alasa Talumuzoi 5 orang,  Kecamatan Lotu 6 orang, Kecamatan Namohalu Esiwa 6 orang, Kecamatan Sawo6 orang, Kecamatan Sitolu Ori 2 orang dan Kecamatan Tugala Oyo 2 orang.

Bupati M Ingati Nazara dalam sambutannya menyampaikan, selamat dan sukses atas pelantikan Kades terpilih periode 2016-2022, semoga niat tulus dan pengabdiannya dicatat sebagai amal ibadah kepada Tuhan Yang Maha Esa (TYME).

Menurutnya, Kades yang dilantik merupakan pilihan dari masyarakat yang terpilih melalui mekanisme sebagaimana tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Nias Utara Nomor 6 Tahun 2015 tentang Cara Pemilihan dan Pemberhentian Kepala Desa serta Peraturan Bupati Nias Nomor 18 tahun 2016 tentang Petunjuk Teknis Peraturan Daerah Kabupaten Nias Utara Nomor 6 Tahun 2015 tentang Tata Cara Pemilihan dan Pemberhentian Kepala Desa di Kabupaten Nias Utara.

Nazara berharap kepada seluruh Kades untuk menjadi pemimpin penyelenggaraan pemerintah yang profesional, efesiensi, terbuka, bertanggungjawab, serta mampu melaksanakan tugas dan kewajiban dalam menyusun dan menetapkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDES) untuk jangka waktu 6 tahun.

“Penyusunan RPJMDES sangat penting karena memuat visi dan misi Kades. Penyusunan RPJMDes harus dilakukan dengan transparan berdasarkan ketentuan yang berlaku serta melibatkan seluruh elemen masyarakat desa dan lembaga-lembaga pemangku kepentingan di desa. Ini agar dapat menghasilkan dokumen perencanaan pembangunan yang terarah, sistematis, terukur dan sesuai dengan kebutuhan dan kesejahteraan masyarakat desa,” sebut orang nomor 1 di Kabupaten Nias Utara ini.

Dia juga meminta Kades agar merangkul semua perangkat desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) agar tercipta komunikasi yang harmonis, bersinergi dalam penyelenggaraan pemerintahan, terlebih-lebih pada pelaksanaan kebijakan Pemkab Nias Utara melalui Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) yang bersumber dari APBN sesuai dengan mekanisme dan prosedur yang berlaku.

“Sehingga kemandirian desa, baik dari aspek sosial maupun ekonomi, sebagaimana visi Pemkab Nias Utara yaitu terwujudnya Otonomi Desa dalam keberdayaan masyarakat yang partisipatif di daerah ini dapat terwujud,” sebutnya mengakhiri sambutannya.(HN)

Berikan Komentar