Cerita Anak Hulman: Bapak Muntah, Diajak ke Rumah Sakit Tapi Mata Sudah Tertutup

oleh -539 views

garudaonline – Siantar | Anak kedua almarhum Hulman Sitorus, Rizky Sitorus menceritakan kronologi saat-saat terakhir bersama ayah tercintanya dan sampai saat ini dirinya belum menyangka kalau akan ditinggal pergi untuk selama-lamanya, Kamis (8/12/2016).

Rizky menceritakan, awalnya ayahnya sempat menegurnya ketika sedang latihan bergitar di studionya. “Saya pas main gitar kira-kira pukul 23.00 WIB. Sempat lagi saya ditegurnya, “pelankan sedikit amang, nanti sakit kupingmu kalau kau sudah tua”,” sebut Rizky menirukan ucapan dari almarhum.

Kemudian kata Rizky, selesai bermain gitar dia melihat almarhum sedang duduk bersama ibunda tercinta menonton televisi. “Memang waktu itu bapak sudah pakai selimut tidur. Sempat tanya kenapa bapak, katanya sakit, kumat sinositisnya. Saya ambilkanlah air panas dan diberikan pada bapak. Saya ambilkan bajunya karena memang sudah basah bajunya, ” ucap Rizky.

Namun dirinya tidak tenang untuk tidur di kamarnya. Rizky akhirnya memutuskan tidur di depan televisi. Kamis (8/12/2016) sekira pukul 01.00 WIB, ayahnya kembali keluar dari kamar dan duduk diam di kursi.

“Terus saya tanya “kenapa bapak mana yang sakit pak. Saya ambilkan minum yah pak”. Saya bikinkan lah lagi air panas dicampurkan sama madu. Bapak sempat bilang “Enak kali bah, sudah ngantuk kali saya, tapi sakit dada saya,” ucap Rizky saat menirukan perkataan almarhum.

Sekira pukul 01.30 WIB, menurut Rizky, amarhum kembami bangun dari tidurnya. “Duduk lagi bapak, terus diam enggak bicara. Muntah lah bapak, langsung saya suruh supir keluarkan mobil. Saya tanya ke rumah sakitlah kita yah pak, ternyata bapak sudah enggak bicara lagi dan ditutupnya matanya. Saya paksa buka pun sudah engga bisa lagi dibuka, langsung lah kami bawa ke rumah sakit,” ucapnya.

Sesampainya di Rumah Sakit Vita Insani (RSVI), almarhum sempat mendapatkan perawatan medis. Namun sekitar pukul 03.00 WIB, Hulman akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.(HN)

Berikan Komentar